Tidur Dengan Kaki Menghadap Ke Kiblat, Bolehkah?

tidurdimasjidBa’da dzuhur di masjid-masjid biasanya banyak orang tidur-tiduran (atau tidur beneran) di masjid karena ngantuk. Suatu ketika setelah dzuhur, saya merasa ngantuk dan merebahkan badan dengan kaki menghadap ke kiblat, lalu ada seorang rekan kerja menegur, katanya nggak boleh tiduran menghadap kiblat. Lalu ana tanya, apa dalilnya? Ia menjawab : hadits Rosul… (agak bingung… lalu terdiam), saya tunggu sesaat… kelihatannya ia nggak bisa menyebutkan apa dalilnya… hmm…

Terus terang, baru kali itu ana dengar ada yang mengatakan bahwa tidur dengan kaki menghadap kiblat itu nggak boleh… Setelah ana cari fatwa ulama tentang masalah ini, ketemulah fatwa Lajnah Da’imah dan fatwa Syaikh Ibnul Utsaimin berikut ini -semoga bisa bermanfaat buat yang hobi tidur di masjid- :

Oleh : al-Lajnah ad-Da’imah lil Buhuts al-Ilmiyyah wal Ifta’

Pertanyaan:

Bagaimana hukum menjulurkan kedua kaki ke kiblat di masjid? dan bolehkah makan dan tidur di masjid?

Jawaban: Baca selebihnya »

Bahaya Tabdi’

للشيج سالم بن سعد الطويل حغظه الله [1]

وجاء خطر التبديع (١)

http://www.saltaweel.com/articles/73

الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، وعلى آله وأزواجه وصحبه، أما بعد:

فلقد عانى المسلمون كثيراً من التكفيريين كالخوارج والمعتزلة وغيرهم والذين ما زالوا يظهرون بين الحين والآخر بأسماء مختلفة وما زال علماء المسلمين وأنصار سنة سيد الأولين والآخرين لهؤلاء بالمرصاد وبحمد الله ردوا عليهم وحذروا منهم وكتبوا فيهم حتى ظهر أمرهم وحذر منهم كثير من الناس ولكن قد تظهر لهم بين الحين والآخر قرون هنا وهناك واسأل الله أن يكف عنا شرهم ويهدي ضالهم، واليوم ظهرت نابتة أخرى وللأسف فيهم شبه كبير بالتكفيرين وإن لم يبلغوا مبلغهم، قد تجرؤوا على تبديع المسلمين كما تجرأ التكفيريون على تكفيرهم !

البدعة قرينة الشرك

أخي القارئ الكريم اعلم رحمك الله أن البدعة خطرها عظيم وضررها جسيم فهي قرينة الشرك وذلك لأنهما ينقضان أو يضعفان الشهادتين وهما الركن الأول من الأركان الإسلام شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، وبالتحديد الشرك ينقض شهادة أن لا إله إلا الله أو يضعف كمالها والبدعة تنقض شهادة أن محمدا رسول الله أو تضعف كمالها فتنبه لهذا، ولذلك حذر رسول الله صلى الله من البدع أشد التحذير فوصفها بأنها شر الأمور وأنها ضلالة وأنها في النار وأن الله احتجز التوبة عن صاحبها وأنها مردودة غير مقبولة وذلك لأنها تشريع لما لم يأذن الله به وتقرب إليه بما لم ينزل به سلطاناً، لذا قال بعض السلف سفيان الثوري وغيره: (البدعة أحب إلى ابليس من المعصية). وقال شيخنا محمد العثيمين رحمه الله لما سئل أيهما أشد البدعة أو المعصية؟ قال: (البدعة معصية وزيادة). Baca selebihnya »

Berobat Dengan Barang Haram

Oleh : Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh
[Sumber : http://serambimadinah.com]

obat-haramSyaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya, jika para dokter berkata kepada orang yang sakit : “Tidak ada lagi obat untukmu selain makan daging anjing khul Islam Ibnu atau babi”, bolehkah ia memakannya? Atau jika ia diberi resep berupa khamr atau nabidz[1], bolehkah ia meminumnya?

Beliau menjawab :

Tidak boleh berobat dengan khamr dan barang haram yang lain dengan dalil-dalil berikut :

1. Hadits Wail bin Hujur radliyallahu ‘anhu bahwa Thariq bin Suwaid Al-Ju’fiy bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang khamr. Beliaupun melarang khamr. Maka Thariq berkata : “Saya hanya membuatnya untuk obat.” Beliau bersabda :

.إنه ليس بدواء ولكنه داء

“Sesungguhnya ia bukan obat tapi justru penyakit.” ( HR Ahmad dan Muslim ). [2] Baca selebihnya »

Nasihat dari Bumi Perantauan Kepada Sanak Saudaraku di Kampung Halaman (3)

Penulis: Dr. Ali Musri Semjan Putra hafidzohulloh
[Sumber : www.muslim.or.id]

tsunami2Ketentuan yang Perlu Diketahui Tentang Ibadah

Seseorang yang berada dalam kesulitan ia akan menempuh segala jalan yang mungkin menjanjikan keselamatan, bagaikan seorang yang dibawa air bah, ia akan berpegang kepada apa saja sekalipun akan berpegang kepada ekor ular. Itu perumpamaan yang diberikan oleh nenek moyang kita di masa dulu. Sehingga sampai pada titik melakukan sesuatu ibadah yang tidak ada aturannya dalam syariat, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian sanak saudara kita pada tgl 7 April 2005 dengan melakukan shalat Dhuha secara berjamaah di lapangan Taman Budaya Padang dengan bacaan di jahrkan (dikeraskan -red), perbuatan ini timbul mungkin karena kurangnya ilmu. Sebaiknya kalau tidak tahu kenapa tidak mau bertanya kepada orang yang lebih tahu?

Allah perintahkan:

فَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Bertanyalah kepada orang yang mempunyai ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An Nahl: 43)

Bahkan Allah melarang kita untuk melakukan sesuatu urusan yang kita tidak memiliki ilmu tentang hal itu:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati kesemuanya itu akan ditanya.” (QS. Al Israa’: 36) Baca selebihnya »

Nasihat dari Bumi Perantauan Kepada Sanak Saudaraku di Kampung Halaman (2)

Penulis: Dr. Ali Musri Semjan Putra hafidzohulloh
[Sumber : www.muslim.or.id]

gempaMenyuruh Kepada yang Mungkar Mencegah dari yang Ma’ruf Adalah Sikap Orang-Orang Munafik

Sikap menentang dan menolak kebenaran atau kebiasaan menyuruh kepada yang mungkar dan mencegah dari berbuat ma’ruf adalah tingkah laku orang-orang munafik. Sebagaimana yang Allah terangkan dalam firman-Nya:

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُواْ اللّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan sebagian mereka dari bagian yang lainnya, Mereka menyuruh kepada yang mungkar dan mencegah dari yang ma’ruf.” (QS. At Taubah: 67)

Hendaklah orang yang suka mempermainkan ayat-ayat tentang wajibnya berhijab merenungkan ayat di atas apakah anda termasuk yang menyuruh kepada yang makruf atau menyuruh kepada yang mungkar?

Sebagian manusia ada yang pintar dalam bersilat lidah ketika mereka diajak untuk mengikuti kebenaran dan berhenti dari melakukan kerusakan. Sehingga akibat dari tindakannya tersebut telah terjadi kerusakan dalam segala jaring kehidupan. Bahkan kerusakan yang ditimbulkannya tidak hanya terbatas pada manusia semata tapi menimpa tumbuh-tumbuhan dan hewan yang melata. Sebagaimana yang disebutkan Allah dalam firman-Nya: Baca selebihnya »

Nasihat dari Bumi Perantauan Kepada Sanak Saudaraku di Kampung Halaman (1)

BencanaBerikut ini kami nukilkan nasehat al-Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra yang beliau tulis untuk kampung halaman beliau (Ranah Minang) jauh-jauh hari sebelum gempa besar menimpa Sumatera Barat. Nasehat ini beliau tulis pada tanggal 29 Safar 1426 H (Bertepatan dengan 8 April 2005 M) ketika beliau masih menyelesaikan S3 di Universitas Islam Madinah. Semoga nasehat ini bermanfaat bagi kita semua…

***

Penulis: Dr. Ali Musri Semjan Putra hafidzohulloh
[Sumber : www.muslim.or.id]

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta, shalawat dan salam buat Nabi terakhir yang membawa peringatan bagi seluruh umat manusia, semoga shalawat dan salam juga terlimpahkan buat keluarga dan para sahabatnya serta orang-orang yang tetap berpegang teguh dengan petunjuk Mereka sampai hari kiamat.

Bermacam cobaan dan bencana telah menimpa negeri tercinta ini namun kesadaran masih juga belum kunjung datang pada diri kita masing-masing. Kita masih saling menyalahkan, bahkan kita mengira bahwa semua bencana tersebut disebabkan oleh dosa orang lain. Adapun diri kita sendiri tidak pernah bersalah dan tidak pernah berdosa. Diawali dari kesemberawutan ekonomi dan politik, datang banjir yang menenggelamkan berbagai kota besar di nusantara, lalu musim kemarau panjang dan kebakaran hutan serta kabut yang menyelimuti berbagai daerah, disertai kekurangan pangan dan kelaparan di mana-mana, gempa dan tsunami yang telah memporak-porandakan Aceh dan beberapa negara lainnya disusul oleh gempa Nias yang memakan korban cukup banyak pula. Masihkah belum cukup untuk kita berpikir dan mengambil ‘ibroh dari segala kejadian tersebut? Kita mengeluh kemiskinan melanda negeri kita tapi parabola menjamur di atas gubuk-gubuk yang hampir reok! Kita mengeluh atas tersebarnya berbagai maksiat di tengah-tengah masyarakat, tapi berbagai media informasi dua puluh empat jam menampilkan acara yang berbau porno dan sex (yang diperhalus dengan istilah pornoaksi dan pornografi), yang kesemuanya disantap oleh anak-anak yang baru bisa merangkak sampai kakek-kakek yang sudah pikun. Berbagai berita maksiat tersebar; ada kakek yang memerkosa anak di bawah umur, ada guru SD yang melacur, banyak siswi SMK yang hamil, ada… ada… ada… dan seterusnya. Baca selebihnya »

Tanya Jawab: Hukum Menjual Kotoran Ternak

Berikut ini penjelasan ustadz Muhammad Arifin Badri tentang hukum Jual Beli Kotoran Ternak dari sebuah pertanyaan di milis pengusaha muslim. Mudah-mudahan penjelasan ustadz berikut ini bermanfaat bagi kita semua.

Pertanyaan:pupuk-kandang

Assalamu’alaykum,

Mau bertanya kepada ustadz pembina permasalahan menjual kotoran ternak hewan.

saya pernah baca katanya tidak boleh, apa pendapat tsb pendapat yg shahih?

Mohon penjelasannya, terima kasih.

Wassalam

Risdy

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullah

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Saudara Risdy, semoga Allah senantiasa melimpahkan kerahmatan dan hidayah-Nya kepada anda dan keluarga.

Permasalahan yang saudara pertanyakan, yaitu menjual-belikan kotoran binatang, secara global dipengaruhi oleh permasalahan lain. Permasalahan itu ialah: apakah kotoran binatang itu najis atau suci? Baca selebihnya »

Alloh Lebih Sayang Terhadap Hamba-Nya Melebihi Sayangnya Seorang Ibu Kepada Anaknya

Oleh : asy-Syaikh Salim bin Sa’ad ath-Thowil hafidzohulloh

الحمد لله الحي القيوم الذي لا يموت والإنس والجن يموتون والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

pink_loveSesungguhnya Alloh ta’ala memiliki sifat yang sempurna dan agung, Dia memiliki hikmah yang besar, apa-apa yang dikehendaki-Nya maka terjadilah dan apa-apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi. Ketetapan-Nya kepada hamba-Nya yang muslim seluruhnya baik, Dialah yang berhak dipuji dan dimuliakan, dipuji atas segala sesuatu, dan rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, dan Dia lebih sayang terhadap hamba-Nya daripada sayangnya seorang ibu kepada anaknya.

Al-Bukhori dan Muslim meriwayatkan dalam kitab shohih keduanya dari Umar bin al-Khoththob rodhiyallohu anhu : Baca selebihnya »

NOORDIN N STOP!!!

Ditulis Oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

Jumat, 18 September 2009

NOORDIN TEWAS, SUKA CITA KAUM MUSLIMIN DAN KESEDIHAN KAUM TERORIS KHAWARIJTerorisme Bukanlah Jihad!!

Sebagai seorang muslim yang masih berada diatas fitrahnya yang suci, sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu gembong teroris Khawarij dimasa kini, yang gemar melakukan tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia, tidak terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum muslimin. Namun berbeda halnya dengan seorang yang telah tertanam padanya benih-benih pemikiran khawarij, dia tentu akan merasa sedih dengan terbunuhnya salah satu dari tokoh mereka, yang selama ini dianggap “berjihad” dengan cara-caranya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggelarinya dengan sebutan “mujahid” atau “mati syahid”.

Kaum Muslimin yang kami muliakan, termasuk diantara petunjuk didalam Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam dan para sahabatnya adalah tidak menampakkan kesedihan dengan tewasnya tokoh-tokoh teroris khawarij. Bagaimana mungkin seseorang bersedih, sementara mereka dengan melakukan tindakan membabi buta tanpa mengikuti koridor syari’at Islam yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya, dan melakukan berbagai tindakan teror yang menyebabkan ketakutan kaum muslimin yang hidup didalam negeri mereka sendiri. Baca selebihnya »

Hari Raya, Ibadah atau Adat?

Oleh : asy-Syaikh Salim bin Sa’ad ath-Thowil hafidzohulloh

ketupatTidak Ada Hari Raya Kecuali Hanya Iedul Fithri dan Iedul Adha

الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، أما بعد:

Sesungguhnya hari raya dinamakan Ied karena ia berulang dan kembali. Dan kata Ied dimutlakkan pada tempat dan waktu yang manusia kembali kepadanya, sebagaimana dalam hadits yang shohih adh-Dhohhak rodhiyallohu anhu berkata : Seseorang bernadzar di masa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam untuk menyembelih unta di Bawwanah –yaitu nama suatu tempat-, ia lalu mendatangi Nabi shollallohu alaihi wa sallam dan berkata : “aku bernadzar untuk menyembelih unta di Bawwanah”, Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “apakah di sana ada berhala jahiliyyah yang disembah?”, mereka berkata : “tidak”, beliau bersabda : “apakah di sana dilakukan perayaan hari raya mereka?”, mereka berkata : “tidak”, beliau bersabda : “Tunaikanlah nadzarmu, sesungguhnya tidak boleh menunaikan nadzar yang berupa maksiat kepada Alloh dan yang tidak mampu dilakukan oleh anak Adam.” [HR. Abu Dawud dan sanadnya sesuai syarat as-Shohihain]

Dan hadits Anas rodhiyallohu anhu, bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

قدمت المدينة ولأهل ا لمدينة يومان يلعبون فيهما في الجاهلية وإن الله تعالى قد أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر

Aku datang ke Madinah ketika penduduknya memiliki dua hari yang mereka bermain-main pada dua hari itu pada masa jahiliyyah, dan sesungguhnya Alloh ta’ala telah mengganti keduanya untuk kalian dengan yang lebih baik daripada keduanya : Iedul Fithri dan Iedul Adha.” [HR Ahmad, Abu Dawud & an-Nasa’i] Baca selebihnya »