Fatwa – Hukum Asal Seorang Muslim

Fatwa – Hukum Asal Seorang Muslim

Oleh : asy-Syaikh Ibrohim bin ‘Amir ar-Ruhaili –hafidzohulloh-

Pertanyaan :

Apa hukum asal seorang muslim, yakni apakah ia Ahlus Sunnah atau tidak? Yang kedua, jika hukum asal seorang muslim adalah Ahlus Sunnah, maka apakah dhowabith untuk mengeluarkannya dari Ahlus Sunnah? Yakni apakah seseorang itu keluar hanya karena ia menyelisihi sebuah prinsip dari prinsip-prinsip Sunnah, seperti taat kepada pemerintah?

Jawaban :

Asal seorang muslim adalah as-Salaamah (selamat), sebagaimana yang dikatakan oleh para `Ulama, yakni selamat dari bid’ah dan maksiat. Jika ia seorang muslim maka hukum asalnya adalah selamat, dan ia tidak boleh dinisbatkan kepada bid’ah dan maksiat kecuali dengan dalil (baca: bukti). Dan ini berbeda dengan perkataan orang yang mengatakan “hukum asal manusia“, karena sebagian orang tidak jelas baginya firman Alloh azza wa jalla :

يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ ضَالٌّ إِلَّا مَنْ هَدَيْتُهُ

“Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian adalah sesat kecuali yang aku beri hidayah…“

Hukum asal seseorang dari jenis manusia, tidaklah dikatakan bahwa hukum asalnya adalah selamat, karena manusia ada yang kafir dan ada yang mukmin. Maka manusia, hukum asal mereka adalah sesat kecuali orang-orang yang diberi petunjuk oleh Alloh. Adapun seorang muslim yang telah masuk dalam agama ini dan mengucapkan 2 kalimat syahadat dan ia beragama dengan agama ini, maka hukum asalnya adalah selamat, dan hukum asalnya ia adalah lurus dalam agama yang ia masuk ke dalamnya dan ia berkeyakinan bahwa ketaatannya akan mendekatkannya ke surga dan maksiatnya akan mendekatkannya ke neraka, maka hukum asalnya adalah selamat. Tidak boleh dinisbatkan kepada bid’ah dan tidak pula maksiat kecuali jika bersumber darinya sesuatu. jika bersumber sesuatu darinya, maka kita tidaklah mengatakan bahwa seorang muslim tidak berbuat bid’ah dan seorang tidak berbuat maksiat, dan kita juga tidak mengatakan bahwa seorang muslim itu tidak murtad, terkadang seorang muslim itu murtad, jika bersumber darinya perbuatan yang menyebabkan kemurtadan dan terpenuhi syarat-syarat takfir.

Adapun penyelisihan seseorang terhadap as-Sunnah, maka ia menyelisihi Ahlus Sunnah pada sebuah prinsip dari prinsip-prinsip Sunnah, prinsip-prinsip yang umum seperti prinsip Ahlus Sunnah dalam masalah qodar, prinsip Ahlus Sunnah dalam masalah iman, prinsip Ahlus Sunnah dalam masalah mendengar dan taat pada pemerintah, prinsip Ahlus Sunnah dalam masalah istidlal. Barangsiapa menyelisihi sebuah prinsip dari prinsip-prinsip ini maka ia telah keluar dari Sunnah sebagaimana al-Imam Ahmad mentaqrir hal ini dalam risalahnya Ushulus Sunnah, na’am.

***

[Diterjemahkan dari rekaman Dauroh Masyayikh Madinah di Kebun Teh Wonosari Lawang – Malang Juli 2007. File : syaikh ibrohim 7.mp3 >> 74:40 – 76:56]

Bagi ikhwah yang ingin mendapatkan rekaman Dauroh ini bisa menghubungi Tasjilat adz-Dzakhiirah Jl. Sidotopo Kidul 51 Surabaya Telp. (031) 3731969 Hp. 08175203992. Ada 4 CD, Harganya pada dauroh lalu Rp. 50.000,-.

3 Tanggapan

  1. […] Hukum asal setiap manusia adalah sesat, kecuali orang2 yg diberi petunjuk oleh Allah […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: