Download : Kajian Mauqif Ahlis Sunnah wal Jama’ah min Ahlil Ahwa’ wal Bida’

Berikut ini adalah software rekaman kajian syarah kitab “Mauqif Ahlis Sunnah wal Jama’ah min Ahlil Ahwa’ wal Bida’” yang disampaikan langsung oleh penulisnya, asy-Syaikh Ibrohim bin Amir ar-Ruhaili hafidzohulloh.

Dan juga kajian syarah makalah beliau yang berjudul “an-Nashihah fima yajibu Muro’atuhu ‘indal Ikhtilaf wa Dhowabith Hajr al-Mukholif war Rodd alaihim” yang disertai teks makalah beliau tersebut.

Berikut ini tampilannya beserta link downloadnya :

Baca lebih lanjut

Iklan

Tashnifunnas (Klasifikasi Manusia)

TASHNIFUNNAS (KLASIFIKASI MANUSlA)

Oleh : al-Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah –hafidzohulloh-

bentengTashnifunnas adalah benteng kokoh yang melindungi Sunnah dari hal-hal yang mengotorinya. Tashnifunnas melindungi barisan Ahli Sunnah dari ‘penyelundupan’, dia adalah senjata pelindung agama Islam dari segala macam kotoran yang menodai kemurniannya. Alloh subhanahu wa ta’ala tepis dengan Tashnifunnas penyelewengan orang-orang yang ghuluw, takwil orang-orang yang jahil, tipudaya para pembuat kebid’ahan, makar Khowarij yang melesat dari agama, dan dari segala kejahatan kelompok-kelompok yang menyempal dari jama’ah Muhammad shollallohu alaihi wa sallam. (red.) Sesungguhnya berpegang teguh dengan Sunnah adalah hal yang sangat agung, hanya saja pada hari ini sangat jarang dijumpai, sehingga seorang yang berpegang teguh dengan Sunnah pada hari ini adalah asing di mata manusia. Maka berpegang teguh dengan Sunnah adalah salah satu dari bentuk keasingan yang akan terjadi di akhir zaman sebagaimana disabdakan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam.

Kebanyakan manusia pada hari ini tidaklah di atas Sunnah sebagaimana dikatakan oleh al-Imam Sufyan ats-Tsauri rohimahulloh : “Hendaknya kalian berwasiat kepada ahli Sunnah dengan kebaikan karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang asing.” Jika ini perkataan beliau tentang zaman beliau maka bagaimana dengan keadaan hari ini di mana Sunnah benar-benar menjadi perkara yang asing bagi kaum muslimin?! Baca lebih lanjut

KETIMPANGAN MANHAJ MUWAZANAH

KETIMPANGAN MANHAJ MUWAZANAH

Oleh : Al-Ustadz Arif Fat-hul Ulum bin Ahmad Saifullah

[Sumber: http://almanhaj.or.id]

timbanganTelah kita jelaskan pada pembahasan yang lalu bahwa membantah ahli bid’ah dan mengkritik mereka adalah salah satu dari pokok-pokok agama yang agung, bahkan merupakan jihad fi sabilillah yang paling utama, karena ahli bid’ah lebih berbahaya dibandingkan orang kafir. Membantah ahli bid’ah adalah salah satu pokok-pokok manhaj salaf yang diterapkan oleh para ulama salaf dari masa ke masa.

Tetapi ternyata baru-baru ini muncul kelompok sururiyyah [1] atau quthbiyyah [2] yang menyebarkan keragu-raguan terhadap manhaj salaf dalam membantah ahli bid’ah, bahkan berusaha mengganti manhaj salaf dalam masalah ini dengan manhaj mereka. Mereka cetuskan manhaj yang baru di dalam mengkritik person, tulisan dan kelompok yang mereka namakan manhaj muwazanah, yaitu manhaj yang mengharuskan bagi siapa saja yang mengkritik kesalahan person, tulisan ataupun kelompok untuk menyebutkan kebaikan dan kejelekannya secara bersamaan, karena ini adalah sikap yang adil menurut mereka. [3]. Manhaj ini dinamakan juga oleh para pencetusnya sebagai manhaj Al-‘Adl wal Inshaf.[4]

Baca lebih lanjut

Al Muwazanah

 

Al Muwazanah

Oleh al-Ustadz Abu Ihsan

Istilah Al Muwazanah atau adil dan inshaf (bersifat tengah ketika mengkritik seseorang dengan menyebutkan keburukan sekaligus kebaikannya) banyak menjadi sorotan para ulama akhir- akhir ini. Hal ini karena kaidah muwazanah telah dijadikan sebagai alat / tameng untuk melindungi tokoh-tokoh ahli bid’ah sekaligus mengelabuhi orang-orang awam. Bahkan ironisnya penyebutan kebaikan (ahli bid’ah yang dikritik) lebih dominan ketimbang muatan kritiknya, sehingga (makna kritiknya) menjadi hambar tiada guna, apalagi membekas. Bahkan (persoalannya) sampai menjurus pada pementahan kritik-kritik tajam dari ulama salafi terhadap tokoh-tokoh ahli bid’ah.

Dan tentu saja kaidah muwazanah ini ditelan bulat-bulat oleh kaum Hizbiyyun (yang fanatik terhadap golongannya) guna melindungi tokoh-tokoh mereka dan mendeskreditkan ulama salaf dengan tuduhan tidak adil dan tidak bijaksana, dhalim dan sebagainya.

Baca lebih lanjut

Larangan Bermajelis Dengan Ahli Bid’ah (2)

 Larangan Bermajelis Dengan Ahli Bid’ah

 

Atsar Para Salafuna ash-Sholih

Dari Ibnu ‘Abbas rodhiyallohu anhuma, ia berkata :

لا تجالس أهل الأهواء ، فإن مجالستهم ممرضة للقلوب

“Janganlah engkau duduk-duduk (bermajelis) dengan ahlul ahwa! karena duduk-duduk bersama mereka membuat hati menjadi sakit.”

[Diriwayatkan oleh al-Ajurri dalam asy-Syari’ah pada bab Dzammul Jidal wal Khushumat fid Din dan Ibnu Baththoh dalam al-Ibanah al-Kubro pada bab at-Tahdzir min Shuhbati Qoumin Yumridhul Qulub wa yufsidul Iman, dengan sanad yang shohih]

Baca lebih lanjut

Larangan Bermajelis Dengan Ahli Bid’ah

 

Larangan Bermajelis Dengan Ahli Bid’ah

 

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

 

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ

 

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.” [QS an-Nisa : 140]

 

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

 

وَإِذَا رَأَيْتَ الَّذِينَ يَخُوضُونَ فِي آَيَاتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

 

“Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu).” [QS al-An’am : 68]

Baca lebih lanjut

Garis Pemisah Antara Dakwah Salafiyyah dan Dakwah Hizbiyyah

GARIS PEMISAH ANTARA DAKWAH SALAFIYYAH DAN DAKWAH HIZBIYYAH

Oleh : al-Ustadz Arif Fat-hul Ulum bin Ahmad Saifulloh –hafidzohulloh-

Ummat Islam sekarang ini sedang menghadapi bahaya yang besar dari musuh-musuhnya. Ada musuh-musuh yang menampakkan permusuhan mereka kepada Islam secara terang-terangan, seperti orang-orang kafir Yahudi, Nashoro, Hindu, Budha, Komunis, dan yang lainnya. Atau musuh-musuh Islam yang tidak begitu nampak permusuhannya kepada Islam dari munafikin dan ahli bid’ah wal ahwa’.

Adapun orang-orang kafir dari luar Islam, mereka menyerang Islam dari luar. Sedangkan orang-orang munafik dan ahli bid’ah, mereka menikam kaum muslimin dari arah belakang.
Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: