Ilmu Hadits dan Anak-anak

Oleh : al-Khothib al-Baghdadi rohimahulloh

A02c-Fathul-BariMENGAJARKAN HADITS KEPADA ANAK-ANAK

أخبرني محمد بن الحسين بن الفضل القطان ، قال : أخبرنا دعلج بن أحمد ، قال : أخبرنا أحمد بن علي الأبار ، قال : حدثنا أبو أمية الحراني ، قال : حدثنا مسكين بن بكير ، قال : مر رجل بالأعمش ، وهو يحدث ، فقال له : تحدث هؤلاء الصبيان ؟ فقال الأعمش : « هؤلاء الصبيان يحفظون عليك دينك »

Telah mengabarkan kepadaku Muhammad bin al-Husain bin al-Fadhl al-Qoththon, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Da’laj bin Ahmad, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin Ali al-Abbar, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Abu Umayyah al-Haroni, ia berkata : telah mengabarkan kepada kami Miskin bin Bukair, ia berkata : Seseorang lewat di depan al-A’masy ketika ia sedang membacakan hadits, maka orang itu berkata “Engkau membacakan hadits kepada anak-anak itu?” al-A’masy menjawab : “Anak-anak itu akan menjaga agamamu untukmu.” Baca lebih lanjut

Khutbatul Hajah

Oleh : al-Ustadz Abu ‘Ubaidah al-Atsary

mimbarTahukah anda, faktor apakah yang mendorong sahabat mulia Dhimad al-Azdi untuk memeluk Islam?! Dia mengucapkan syahadat masuk Islam usai mendengar Nabi shollallohu alaihi wa sallam membacakan khutbah hajat kepadanya, lalu dia berkomentar:”Aku telah mendengar ucapan para dukun, para penyihir dan para penyair. Namun saya belum pernah mendengar kata-kata engkau tersebut. Sungguh, kata-kata itu telah sampai ke dasar lautan (karena kedalaman makna yang dikandungnya –pent).” (Muslim:868)

Ya, demikianlah pengaruh dahsyat khutbah hajat bagi orang-orang yang memahaminya. Bagaimana tidak, bagi orang yang merenungi isi kandungan khutbah ini secara sekilas, maka akan nampak jelas baginya bahwa khutbah ini merupakan ‘ikatan undang-undang Islam dan Iman’. Lantas apakah isi kandungannya?!

Selengkapnya download di sini

-Sumber: majalah al-FurQon Edisi 11 Tahun VI // Dzul-Hijjah 1428 [juni-juli 2007]-

Tidurnya Orang Yang Berpuasa Ibadah?

Tidurnya Orang Yang Berpuasa Ibadah?

Al-Imam Muhammad Nashiruddin al-Albani –rohimahulloh

zzzAl-Imam al-Albani dalam as-Silsilah adh-Dho’ifah 10/230 hadits no. 4696 berkata :

نوم الصائم عبادة, وسكوته تسبيح, ودعاؤه مستجاب, وعمله متقبل

Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, do’anya mustajab, dan amalannya diterima”

Dho’if. Diriwayatkan oleh Abu Muhammad bin Sho’id dalam Musnad Ibni Abi Aufa (120/2), ad-Dailami (4/93), al-Wahidi dalam al-Wasith (1/65/1) dari Sulaiman bin ‘Amr dari Abdul Malik bin ‘Umair dari Ibnu Abi Aufa secara marfu’.

Baca lebih lanjut

Tentang Riwayat Lafadz Tahni’ah “Barokallohu laka fil Mauhubi laka…dst”

  Tentang Riwayat Lafadz Tahni’ahBarokallohu laka fil Mauhubi laka…dst”

 

 

Dalam kitab Hisnul Muslim terdapat sebuah do’a tahni’ah (ucapan selamat) kepada orang yang dikaruniai anak beserta balasannya, do’a tahni’ah tersebut berbunyi:

 

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ. وَيَرُدُّ عَلَيْهِ الْمُهَنَّأُ فَيَقُوْلُ: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ.

 

Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya.” Sedang orang yang diberi ucapan selamat membalas dengan mengucapkan: “Semoga Allah juga memberkahmu dan melimpahkan kebahagiaan untukmu. Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan, mengaruniakan kepadamu sepertinya dan melipatgandakan pahalamu.” [Lihat Al-Adzkar karya al-Imam An-Nawawi hal. 349 dan Shahih Al-Adzkar lin Nawawi oleh asy-Syaikh Salim Al-Hilali (2/713)]

 

Namun ketahuilah bahwa lafadz ini bukan dari Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, yakni riwayatnya tidak marfu’ atau tidak disandarkan kepada Rosululloh. Akan tetapi al-Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar menyandarkan lafadz do’a ini kepada al-Husain rodhiyallohu anhu, dan penyandaran atsar ini kepada al-Husain serta keshohihannya pun dipertanyakan. Berikut ini kami nukilkan sual-jawab bersama asy-Syaikh DR. ‘Ali Ridho hafidzohulloh dan kami tambahkan catatan kaki yang mudah-mudahan bisa menambah faidah.

Baca lebih lanjut

Fa’idah Ilmu Hadits asy-Syaikh al-Albani

Fa’idah Ilmu Hadits asy-Syaikh al-Albani

 

 

Asy-Syaikh al-Albani -setau kami- tidak pernah menulis kitab khusus tentang ilmu mushtholah hadits, karena kebanyakan tulisan beliau adalah takhrij, tahqiq, dll. Akan tetapi sebagian murid beliau menulis kitab tentang faidah-faidah ilmu hadits yang ada dalam kitab-kitab beliau, dari hal-hal yang beliau rojihkan dari ilmu mushtholah, al-jarh wat ta’dil, dll.

 

Di antara kitab-kitab tersebut adalah (silahkan download, Semoga bermanfa’at) :

 

***************************************** Baca lebih lanjut

THOBAQOT PARA ROWI HADITS

[Bagi seorang tholibul ‘ilmi shoghir seperti kita-kita ini yang mau mempelajari ilmu hadits, selayaknya bagi kita untuk mengenal juga tentang para perowi hadits berdasarkan tingkatan zamannya (thobaqot-nya), berikut ini kami nukilkan sebuah tanya-jawab tentang masalah ini dari kitab “Syarh ‘Ilalil Hadits ma’a As-ilah wa Ajwibah fi Mushtholahil Hadits” hal. 74-75, karya asy-Syaikh Mushthofa al-‘Adawi[*]. Dan di akhir tulisan ini, kami tambahkan contoh para rowi hadits yang terkenal pada masing-masing thobaqot. Semoga bermanfaat….]
Baca lebih lanjut

KEDUDUKAN KHABAR AHAD (BAGIAN 2)

KEDUDUKAN KHABAR AHAD (BAGIAN 2)
        
[Tulisan berikut ini kami ringkas dari Risalah Magister (Thesis) seorang shahabat kami, al-Akh Ahmad bin Basyir al-Jaza’iri -hafidzohullah-, seorang Tholibul ‘Ilmi Salafi yang pernah “terdampar” di Indonesia. Risalah tersebut berjudul “Manhajul Istidlal bi Khobaril Aahaad fii Madzhabil Maliki”, semoga bermanfaat…..]
     
DALIL-DALIL DARI SUNNAH
      
         Adapun dalil dari Sunnah yang mewajibkan untuk mengamalkan khabar ahad bisa dibilang sangat banyak, yang secara keseluruhan dapat dipastikan mengarah kepada kehujjahan khabar ahad. Dalam hal ini penulis akan menguraikan sebagian saja karena tidak memungkinkan untuk dibahas secara kesuluruhan dalam tulisan ini. Di antara hadits yang menerangkan tentang hal tersebut adalah;
        
1. Beberapa riwayat Mutawatir dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkaitan dengan beberapa utusan yang dikirim beliau ke beberapa daerah untuk menyampaikan agama Islam, dan perintah beliau kepada mereka untuk menerima ajaran agama yang dibawa oleh setiap utusan tersebut.

         Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: