Syubhat Sekitar Ayat Hukum

Syubhat Sekitar Ayat Hukum
Oleh : al-Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh -hafidzohulloh-

TafsirSesungguhnya “Masalah Berhukum dengan selain hukum Alloh termasuk masalah-masalah ilmiah yang sangat penting, banyak yang menulis masalah ini dalam risalah-risalah dan kitab-kitab, pada umumnya mereka sekedar membela pemikiran-pemikiran orang sebelumnya, atau sekedar dukungan terhadap semangat yang melampaui batas. Masalah yang sangat berbahaya seperti ini sangat dibutuhkan penulisan pembahasan tentangnya dengan ikhlas, obyektif, dan sistematis sesuai dengan rnanhaj Salaful Ummah di dalam memahami nash-nash al-Qur’an dan Sunnah.”(1).

Kesalahan dalam memahami masalah ini sangat berbahaya, menjerumuskan para pemuda umat Islam sejak dulu hingga sekarang dalam fitnah yang besar dari fitnah takfir (mengkafirkan kaum muslimin) hingga fitnah tafjir (peledakan bom dll) yang begitu marak akhir-akhir ini.

Keadaan ini semakin diperburuk dengan disebarluaskannya tulisan-tulisan yang banyak yang mengandung syubhat-syubhat takfir di dunia Islam tidak terkecuali di negeri kita ini.

Untuk itulah maka dalam pembahasan kali ini kami hendak mengetengahkan kepada pembaca jawaban-jawaban terhadap sebagian syubhat-syubhat tersebut dengan banyak menukil dari kitab Burhanul Munir fi Dahdhi Sybuhati Ahli Takfir oleh Syaikh Abdul Aziz bin Ris ar-Ris yang kami ambil dari website beliau www.islamancient.net.

Baca lebih lanjut

Petunjuk Al-Qur’an terhadap Pokok-Pokok Ilmu Kedokteran

 

 Petunjuk Al-Qur’an terhadap Pokok-Pokok Ilmu Kedokteran
Oleh : asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di –rohimahulloh-

Pokok-pokok ilmu kedokteran ada tiga : menjaga kesehatan dengan menggunakan perkara-perkara yang bermanfaat, melindungi diri dari perkara-perkara yang membahayakan dan menolak penyakit yang datang ke badan.  

Dan masalah-masalah kedokteran semuanya berkisar pada kaidah-kaidah ini.

Al-Qur’an telah mengingatkan tentang kaidah-kaidah ini dalam firman Alloh ta’ala tentang menjaga kesehatan dan menolak penyakit :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan” (Al-A’rof : 31) Baca lebih lanjut

Rujukan dalam menafsirkan Al-Qur’an

Rujukan dalam menafsirkan Al-Qur’an 

Rujukan dalam menafsirkan Al-Qur’an adalah sebagai berikut :
A. Kalamulloh ta’ala (al-Qur’an) : yakni Al-Qur’an ditafsirkan dengan Al-Qur’an, karena Alloh ta’ala yang menurunkannya dan Dia yang paling mengetahui terhadap apa yang dikehendaki dengannya. Pada yang demikian terdapat contoh-contoh, di antaranya :

1.Firman Alloh ta’ala :

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Yunus : 62)

Maka “Wali-wali Alloh” (أَوْلِيَاءَ اللَّهِ) telah ditafsirkan dengan firman Alloh pada ayat yang selanjutnya :

الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus : 63).

Baca lebih lanjut

TAFSIR (التفسير)

TAFSIR (التفسير)
Oleh : asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin –rohimahulloh-

Tafsir (التفسير) secara bahasa : berasal dari kata (الفسر), yaitu : membuka yang tertutup.

Dan secara istilah :
 
((بيان معاني القرآن الكريم))
“Penjelasan makna-makna Al-Qur’an Al-Karim.”

Dan mempelajari tafsir adalah wajib berdasarkan firman Alloh ta’ala :

 (كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ)
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shod : 29)

Dan firman Alloh ta’ala :

 (أَفَلا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا)
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?” (Muhammad : 24)  

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: