Khawarij, Anjing-anjing Neraka

Oleh : Buletin Jum’at At-Tauhid edisi 119 Tahun II – almakassari.com

Di tengah menghadapi krisis ekonomi global, kaum muslimin di cengangkan dengan beberapa aksi TERORISME yang telah mencoreng citra islam di mata dunia. Kejadian-kejadian itu menimbulkan banyak keraguan di hati manusia -khususnya kaum muslimin- tentang agamanya sebagai agama yang penuh rahmat dan kasih sayang. Sehingga mereka menjadi bingung dan berusaha menjauhi agamanya yang murni serta antipati terhadap sunnah Nabinya -Shallallahu ‘ Alaih Wa Sallam-. Naudzu billahi min dzaalik.

Ini disebabkan karena kaum muslimin tidak mau lagi mempelajari agamanya dan hadits-hadits -Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-yang menjelaskan tentang kejadian-kejadian yang akan muncul di akhir zaman sebagaimana yang telah diwahyukan Allah –Azza Wa Jalla- kepada Beliau pada 14 abad yang silam, namun telah terbukti pada hari ini. Hal ini menambah keimanan kepada kaum muslimin bahwa Beliau –Shallallahu ‘ Alaih Wa Sallam– adalah seorang rasul yang tidak ada lagi nabi setelahnya. Allah –Azza wa Jalla– berfirman,

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). ” (QS. An-Najm :4)

Karenanya, orang-orang yang sering membaca hadits-hadits -Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah merasa heran dan menganggap kejadian-kejadian itu sebagai suatu hal yang baru, karena orang yang melakukan aksi-aksi tersebut telah memiliki pendahulu di zaman –Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- dan para sahabat.

Aksi-aksi brutal tersebut lahir dari orang-orang khawarij yaitu makhluk terjelek yang ada di kolong langit. Nabi -Sholllallahu alaihi wa sallam- dan para sahabat sejak dahulu telah memperingatkan kita tentang bahaya kesesatan mereka, yang mereka saling mewarisi pemahaman sesat ini sejak dulu sampai pada hari ini. Merekalah yang disebutkan oleh Rasulullah -Sholllallahu alaihi wa sallam- sebagai anjing-anjing neraka. Baca lebih lanjut

NOORDIN N STOP!!!

Ditulis Oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal

Jumat, 18 September 2009

NOORDIN TEWAS, SUKA CITA KAUM MUSLIMIN DAN KESEDIHAN KAUM TERORIS KHAWARIJTerorisme Bukanlah Jihad!!

Sebagai seorang muslim yang masih berada diatas fitrahnya yang suci, sudah tentu merasakan kegembiraan ketika mendengarkan berita tentang tewasnya seseorang yang dikenal sebagai salah satu gembong teroris Khawarij dimasa kini, yang gemar melakukan tindakan kejahatan dan menumpahkan darah manusia, tidak terlepas pula tertumpahnya darah-darah kaum muslimin. Namun berbeda halnya dengan seorang yang telah tertanam padanya benih-benih pemikiran khawarij, dia tentu akan merasa sedih dengan terbunuhnya salah satu dari tokoh mereka, yang selama ini dianggap “berjihad” dengan cara-caranya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang menggelarinya dengan sebutan “mujahid” atau “mati syahid”.

Kaum Muslimin yang kami muliakan, termasuk diantara petunjuk didalam Islam yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam dan para sahabatnya adalah tidak menampakkan kesedihan dengan tewasnya tokoh-tokoh teroris khawarij. Bagaimana mungkin seseorang bersedih, sementara mereka dengan melakukan tindakan membabi buta tanpa mengikuti koridor syari’at Islam yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya, dan melakukan berbagai tindakan teror yang menyebabkan ketakutan kaum muslimin yang hidup didalam negeri mereka sendiri. Baca lebih lanjut

Nasehat Kepada Teroris

Oleh Ustadz Sofyan Chalid

Sumber : http://ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=374

Terorisme Bukanlah Jihad!!(Disertai Peringatan: Cadar, Celana Ngatung dan Janggut Bukan Ciri-ciri Teroris)

Hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita mengadukan segala fitnah dan ujian yang mendera, akibat ulah sekolompok anak muda yang hanya bermodalkan semangat belaka dalam beragama namun tanpa disertai kajian ilmu syar’i yang mendalam dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta bimbingan para Ulama, kini ummat Islam secara umum dan Ahlus Sunnah (orang-orang yang komitmen dengan Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) secara khusus harus menanggung akibatnya berupa celaan dan citra negatif sebagai pendukung terorisme.

Aksi-aksi terorisme yang sejatinya sangat ditentang oleh syari’at Islam yang mulia ini justru dianggap sebagai bagian dari jihad di jalan Allah, sehingga pelakunya digelari sebagai mujahid, apabila ia mati menjadi syahid, pengantin surga dan calon suami bidadari… Baca lebih lanjut

Ingkarus Sunnah, PERUSAK AL-QUR’AN

shohih bukhoriTafsir Ayat:

…. Kami turunkan kepadamu al-Qur’an, agar kamu (Nabi) menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan. (QS. an-Nahl [16]: 44)

Penulis: al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron –hafidzohulloh

Al-Qur’an dan as-Sunnah adalah dua wahyu yang tidak bisa dipisahkan. Barangsiapa berpegang pada salah satunya saja dengan meninggalkan yang lain, sungguh dia telah tersesat. Ironisnya, ada sebagian kalangan yang merasa cukup dengan al-Qur’an, tidak mau mengambil as-Sunnah. Merekalah kaum Qur’aniyyun alias Inkarus Sunah. Baca lebih lanjut

KEDUSTAAN DAN KESESATAN BUKU : “Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan”

KEDUSTAAN DAN KESESATAN BUKU :
“Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan”
Oleh : Al-Ustadz Abu Ahmad as-Salafi -hafidzohulloh-

burning_bookDi antara karakteristik ahli bid’ah dari masa ke masa, mereka selalu mencela dan mencoreng citra Ahli Sunnah wal Jama’ah untuk menjauhkan umat dari al-haq. Al-Imam Abu Hatim ar-Rozi rohimahulloh berkata: “Ciri ahli bid’ah adalah mencela ahli atsar.”(1) Al-Imam Abu Utsman ash-Shobuni rohimahulloh berkata: “Tanda yang paling jelas dari ahli bid’ah adalah kerasnya permusuhan mereka terhadap pembawa sunnah Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam. Mereka melecehkan dan menghina ahli Sunnah dan menamakan ahli Sunnah dengan Hasyawiyyah (orang-orang pinggiran yang tidak faham agama dengan sebenarnya), Jahalah (orang-orang bodoh), Dhahiriyyah (orang-orang fundamentalis), dan Musyabbihah (orang-orang yang menyerupakan Alloh dengan makhluk-Nya).”(2)

Di antara deretan buku-buku ‘hitam’ yang mencela Salafiyyun dan Dakwah Salafiyyah ialah buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan yang beredar baru-baru ini. Isi buku ini tidak jauh berbeda dari buku para pendahulunya seperti Salafiyyah Marhalah Zamaniyyah oleh Sa’id Romadhon al-Buthi(!) atau Salaf wa Salafiyyun Ru’yah minad Dakhil oleh Ibrahim As’as(!). Buku kecil ini sarat dengan syubhat yang menyesatkan serta kedustaan atas Salafiyyin dan Dakwah Salafiyyah.

Untuk menunaikan kewajiban kami dalam nasehat kepada kaum muslimin dan membela dakwah yang haq, dengan memohon pertolongan kepada Alloh akan kami paparkan sebagian kesesatan dan kedustaan buku ini agar menjadi kewaspadaan dan peringatan bagi kita semua.

Baca lebih lanjut

Syubhat Sekitar Ayat Hukum

Syubhat Sekitar Ayat Hukum
Oleh : al-Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh -hafidzohulloh-

TafsirSesungguhnya “Masalah Berhukum dengan selain hukum Alloh termasuk masalah-masalah ilmiah yang sangat penting, banyak yang menulis masalah ini dalam risalah-risalah dan kitab-kitab, pada umumnya mereka sekedar membela pemikiran-pemikiran orang sebelumnya, atau sekedar dukungan terhadap semangat yang melampaui batas. Masalah yang sangat berbahaya seperti ini sangat dibutuhkan penulisan pembahasan tentangnya dengan ikhlas, obyektif, dan sistematis sesuai dengan rnanhaj Salaful Ummah di dalam memahami nash-nash al-Qur’an dan Sunnah.”(1).

Kesalahan dalam memahami masalah ini sangat berbahaya, menjerumuskan para pemuda umat Islam sejak dulu hingga sekarang dalam fitnah yang besar dari fitnah takfir (mengkafirkan kaum muslimin) hingga fitnah tafjir (peledakan bom dll) yang begitu marak akhir-akhir ini.

Keadaan ini semakin diperburuk dengan disebarluaskannya tulisan-tulisan yang banyak yang mengandung syubhat-syubhat takfir di dunia Islam tidak terkecuali di negeri kita ini.

Untuk itulah maka dalam pembahasan kali ini kami hendak mengetengahkan kepada pembaca jawaban-jawaban terhadap sebagian syubhat-syubhat tersebut dengan banyak menukil dari kitab Burhanul Munir fi Dahdhi Sybuhati Ahli Takfir oleh Syaikh Abdul Aziz bin Ris ar-Ris yang kami ambil dari website beliau www.islamancient.net.

Baca lebih lanjut

Mengenal Hakikat “Al Ikhwanul Muslimun” (IM)

 

Mengenal Hakikat “Al Ikhwanul Muslimun” (IM)

Oleh : al-Ustadz Abdullah bin Taslim, Lc.

[Sumber : http://Muslim.or.id]

 

 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد،

 

Berikut ini adalah keterangan ringkas tentang hakikat kelompok “AL IKHWANUL MUSLIMUN” (untuk selanjutnya kami singkat dengan IM) berdasarkan ucapan yang langsung kami nukil dari tokoh-tokoh besar mereka dan dari buku-buku yang mereka tulis sendiri. Keterangan ini akan kami susun dalam bentuk pembahasan-pembahasan yang kami beri judul kecil untuk memudahkan pembaca yang ingin mengambil manfaat dari bacaan ini.

 

Sikap IM Terhadap Yahudi dan Nashrani

 

Dalam kitab “Al Ikhwanul Muslimun Ahdaatsun Shana’atit Taarikh” (cet. Daarud Da’wah, tiga juz) yang ditulis oleh salah seorang pendiri dan tokoh besar IM yang bernama Mahmud ‘Abdul Halim, pada sub judul “Fii Qadhiyyati Falisthiin (Masalah Palestina)” (juz 1/hal. 409), ketika penulis berbicara tentang sebuah tim gabungan Amerika dan Inggris yang berkunjung ke negara-negara Arab untuk membicarakan masalah Palestina, dalam sebuah pertemuan di Mesir dengan tim tersebut, Hasan Al Banna (pimpinan IM) hadir sebagai wakil dari Pergerakan Islam dan menyampaikan sebuah ceramah, yang redaksinya adalah sebagai berikut (langsung kami terjemahkan):

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: