[Download] Kumpulan Kajian & Fatwa Syaikh Muhammad Ali Farkus

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات.. والصلاة السلام على نبيه محمد بن عبد الله وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين..
أما بعد:

Syaikh Abu Abdil Mu’iz Muhammad Ali Farkus adalah salah seorang ulama sunnah dari al-Jaza’ir, beliau bertakhosus dalam bidang uhsul fiqih, bagi yang sering membaca tulisan beliau akan mendapatkan faidah dari kaidah-kaidah fiqhiyyah yang sering beliau bawakan dalam fatawa/tulisannya.

Beliau juga aktif berdakwah di internet dengan memiliki website resmi ferkous.com yang ditulis dalam 3 bahasa: Arab, Inggris & Prancis, dimana di sana terdapat banyak tulisan, fatwa serta rekaman durus ilmiyyah beliau, hafidzohullohu ta’ala.

Al-hamdulillah, beberapa waktu yang lalu di sahab diinformasikan adanya software kumpulan kajian & fatwa beliau yang bisa di-download gratis:

Tipe file : *.iso

Total ukuran file (*.rar): 535,79 MB

Baca lebih lanjut

Iklan

Tidak Semua Mujtahid itu Benar

Tidak Semua Mujtahid itu Benar

ليس كل مجتهد مصيب

Oleh : asy-Syaikh Zakariyya bin Ghulam Qodir al-Bakistani -hafidzohulloh-

okDari Amr bin al-Ash, ia mendengar Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

إذا حكم الحاكم فاجتهد ثم أصاب فله أجران ، وإذا حكم فاجتهد ثم أخطأ فله أجر واحد

“Jika seorang hakim menghukumi dan ia berijtihad kemudian benar, maka ia mendapat dua ganjaran. Dan jika ia menghukumi dan ia berijtihad kemudian salah, maka ia mendapat satu ganjaran.” [HR. al-Bukhori (7352) dan Muslim (1716)]

Hadits ini menunjukkan bahwa tidak semua mujtahid itu benar dan bahwa kebenaran hanya satu dan tidak berbilang. Asy-Syaukani berkata dalam Irsyadul Fuhul (386) : Baca lebih lanjut

Ijtihad (الأجتهاد)

 

Ijtihad (الأجتهاد)

Oleh: asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin –Rahimahullah

 

 

Definisinya :

 

Ijtihad secara bahasa :

 

بذل الجهد لإدراك أمر شاق

 

“Mengerahkan kesungguhan untuk memperoleh suatu perkara yang berat.”

 

Secara istilah :

 

بذل الجهد لإدراك حكم شرعي

 

“Mengerahkan kesungguhan untuk mengetahui suatu hukum syar’i.”

 

Mujtahid :

 

من بذل جهده لذلك

 

“Orang yang mengerahkan kesungguhannya untuk hal tersebut.”

 

Syarat-syarat Ijtihad:

 

Ijtihad memiliki syarat-syarat, di antaranya :

Baca lebih lanjut

Mufti dan Mustafti (الـمُفْتي والـمُسْتَفْتي)

 الـمُفْتي والـمُسْتَفْتي

Mufti dan Mustafti

Oleh: asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin –Rahimahullah

 

 

Mufti (المفتي) :

 

المخبر عن حكم شرعي

 

“Orang yang mengabarkan/memberitahu suatu hukum syar’i.”

 

Mustafti (المستفتي) :

 

السائل عن حكم شرعي

 

“Orang yang bertanya tentang suatu hukum syar’i.”

 

Syarat-syarat Fatwa :

 

Disyaratkan untuk bolehnya seseorang berfatwa dengan syarat:

Baca lebih lanjut

Urutan di Antara Dalil-dalil (الترتيب بين الأدلة)

 

Urutan di Antara Dalil-dalil (الترتيب بين الأدلة)

Oleh: asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin –Rahimahullah

 

 

Jika dalil-dalil yang telah lalu (al-Qur’an, as-Sunnah, Ijma’, dan Qiyas) sepakat atas suatu hukum atau salah satu dalil tersebut menyendiri tanpa ada yang menyelisihinya maka wajib untuk menetapkan hukumnya. Dan jika terjadi ta’arudh dan mungkin untuk dijama’ maka wajib untuk dijama’, seandainya tidak mungkin untuk dijama’ maka dilakukan naskh jika telah sempurna syarat-syarat naskh tersebut.

 

Dan jika tidak mungkin untuk dilakukannya naskh, maka wajib untuk ditarjih.

 

Maka lebih diutamakan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah :

 

Nash daripada dzohir.

Baca lebih lanjut

Dzohir dan Mu’awwal (الظَّــاهِـر والـمــؤَوَّل)

 Yang ini ternyata ketinggalan…

 

الظَّــاهِـر والـمــؤَوَّل

Dzohir dan Mu’awwal

Oleh: asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin –Rahimahullah

 

 

Definisi Dzohir (الظاهر) :

 

Dzohir secara bahasa : Yang terang (الواضح) dan yang jelas (البين).

 

Secara istilah :

 

ما دل بنفسه على معنى راجح مع احتمال غيره

 

“Apa-apa yang menunjukkan atas makna yang rojih dengan lafadznya sendiri dengan adanya kemungkinan makna lainnya.”

 

Misalnya sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

 

توضؤوا من لحوم الإبل

 

“Berwudhulah kalian karena memakan daging unta!”

 

Maka sesungguhnya yang dzohir dari yang dimaksud dengan wudhu adalah membasuh anggota badan yang empat dengan sifat yang syar’i bukan wudhu yang berarti membersihkan diri.

Baca lebih lanjut

Ta’arudh (التعارض)

 

Ta’arudh (التعارض)

Oleh: asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin –Rahimahullah

 

 

Definisinya :

Ta’arudh secara bahasa : Saling berhadapan (التقابل) dan saling menghalangi (التمانع).

Secara istilah :

 

تقابل الدليلين بحيث يخالف أحدهما الآخر

 

“Saling berhadapannya dua dalil dari sisi salah satunya menyelisihi yang lain.”

 

Pembagian ta’arudh ada empat :

 

Yang pertama : terjadi pada dua dalil yang umum, padanya ada empat kondisi :

 

1. Mungkin umtuk dijama’ antara keduanya, dari sisi masing-masing dalil tersebut bisa dibawa pada kondisi yang tidak bertentangan dengan yang lain, maka harus dijama’.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: