HAKIKAT DAN MAJAZ


[Diterjemahkan dari kitab al-Ushul min ‘Ilmil Ushul, oleh asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-’Utsaimin -Rahimahullah-]Kalam dari sisi penggunaannya terbagi menjadi hakikat dan majaz.1. Hakikat adalah

اللفظ المستعمل فيما وضع له

“Lafadz yang digunakan pada asal peletakannya.”

Baca lebih lanjut

Iklan

Hukum-hukum (الأحكـــــام)

Hukum-hukum (الأحكـــــام) 

Oleh: asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin –Rahimahullah

 

 

Al-Ahkam (الأحكام) adalah bentuk jamak dari hukum (حُكم), secara bahasa maknanya adalah keputusan/ketetapan (القضاء).

 

Dan secara istilah :

 

(ما اقْتضاه خطاب الشرع المتعلق بأفعال المكلفين من طلب، أو تخيير، أو وضع)

 

 “Apa-apa yang ditetapkan oleh seruan syari’at yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf (orang yang dibebani syari’at) dari tuntutan atau pilihan atau peletakan.”

 

Dan yang dimaksud dari perkataan kami : (خطاب الشرع) “seruan syari’at” : Al-Qur’an dan as-Sunnah.

 

Dan yang dimaksud dari perkataan kami : (المتعلق بأفعال المكلفين) “yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf“: apa-apa yang berhubungan dengan perbuatan mereka baik itu perkataan atau perbuatan, melakukan sesuatu atau meninggalkan sesuatu.

 

Maka keluar dari perkataan tersebut apa-apa yang berhubungan dengan aqidah, maka tidak dinamakan hukum secara istilah.

 

Yang dimaksud dari perkataan kami : (المكلفين) “mukallaf” : siapa saja yang keadaannya dibebani syari’at, maka mencakup anak kecil dan orang gila.

 

Yang dimaksud dari perkataan kami : (من طلب) “dari tuntutan“: perintah dan larangan, baik itu sebagai keharusan ataupun keutamaan.

 

Yang dimaksud dari perkataan kami : (أو تخيير) “atau pilihan”: mubah (hal-hal yang dibolehkan)

 

Yang dimaksud dari perkataan kami : (أو وضع) “atau peletakan“: Sah, rusak, dan yang lainnya yang diletakkan oleh pembuat syari’at dari tanda-tanda, atau sifat-sifat untuk ditunaikan atau dibatalkan.

 

Pembagian hukum syari’at:

 

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: