Mengenal Hakikat “Al Ikhwanul Muslimun” (IM)

 

Mengenal Hakikat “Al Ikhwanul Muslimun” (IM)

Oleh : al-Ustadz Abdullah bin Taslim, Lc.

[Sumber : http://Muslim.or.id]

 

 

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد،

 

Berikut ini adalah keterangan ringkas tentang hakikat kelompok “AL IKHWANUL MUSLIMUN” (untuk selanjutnya kami singkat dengan IM) berdasarkan ucapan yang langsung kami nukil dari tokoh-tokoh besar mereka dan dari buku-buku yang mereka tulis sendiri. Keterangan ini akan kami susun dalam bentuk pembahasan-pembahasan yang kami beri judul kecil untuk memudahkan pembaca yang ingin mengambil manfaat dari bacaan ini.

 

Sikap IM Terhadap Yahudi dan Nashrani

 

Dalam kitab “Al Ikhwanul Muslimun Ahdaatsun Shana’atit Taarikh” (cet. Daarud Da’wah, tiga juz) yang ditulis oleh salah seorang pendiri dan tokoh besar IM yang bernama Mahmud ‘Abdul Halim, pada sub judul “Fii Qadhiyyati Falisthiin (Masalah Palestina)” (juz 1/hal. 409), ketika penulis berbicara tentang sebuah tim gabungan Amerika dan Inggris yang berkunjung ke negara-negara Arab untuk membicarakan masalah Palestina, dalam sebuah pertemuan di Mesir dengan tim tersebut, Hasan Al Banna (pimpinan IM) hadir sebagai wakil dari Pergerakan Islam dan menyampaikan sebuah ceramah, yang redaksinya adalah sebagai berikut (langsung kami terjemahkan):

Baca lebih lanjut

Iklan

Ikhwanul Muslimin

Ikhwanul Muslimin

Oleh al-Ustadz Abu Ihsan

[Sumber : http://salafyoon.net]

 

 

Ikhwanul Muslimin adalah pergerakan Islam – yang didirikan oleh Hasan Al-Banna (1906-1949 M) di Mesir pada tahun 1941 M. Diantara tokoh-tokoh pergerakan itu ialah : Said Hawwa, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba’i, dan lain sebagainya.

 

Sejak awal mula didirikan pergerakan ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran Jamaludin Al-Afghani, seorang penganut Syi’ah Babiyah, yang berkeyakinan wihdatul wujud, bahwa kenabian dan kerasulan diperoleh lewat usaha, sebagaimana halnya menulis da mengarang. Dia – Jamaludin Al-Afghani- kerap mengajak kepada pendekatan Sunni-Syiah, bahkan juga mengajak kepada persatuan antar agama (lihat dakwah Ikhwanul Muslimin fi Mizanil Islam. Oleh Farid bin Ahmad bin Manshur hal. 36).

 

Gerakan itu lalu bergabung ke banyak negara seperti: Syiria, Yordania, Iraq, Libanon, Yaman, Sudan dan lain sebagainya. (lihat Al-Mausu’ah Al-Muyassarah hal. 19-25). Ia (Jamaludin Al-Afghani) telah dihukumi/dinyatakan oleh para ulama negeri Turki, dan sebagian masyayikh Mesir sebagai orang Mulhid, kafir, zindiq, dan keluar dari Islam.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: