Alloh Lebih Sayang Terhadap Hamba-Nya Melebihi Sayangnya Seorang Ibu Kepada Anaknya

Oleh : asy-Syaikh Salim bin Sa’ad ath-Thowil hafidzohulloh

الحمد لله الحي القيوم الذي لا يموت والإنس والجن يموتون والصلاة والسلام على المبعوث رحمة للعالمين وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد

pink_loveSesungguhnya Alloh ta’ala memiliki sifat yang sempurna dan agung, Dia memiliki hikmah yang besar, apa-apa yang dikehendaki-Nya maka terjadilah dan apa-apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan terjadi. Ketetapan-Nya kepada hamba-Nya yang muslim seluruhnya baik, Dialah yang berhak dipuji dan dimuliakan, dipuji atas segala sesuatu, dan rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, dan Dia lebih sayang terhadap hamba-Nya daripada sayangnya seorang ibu kepada anaknya.

Al-Bukhori dan Muslim meriwayatkan dalam kitab shohih keduanya dari Umar bin al-Khoththob rodhiyallohu anhu : Baca lebih lanjut

Iklan

Tashnifunnas (Klasifikasi Manusia)

TASHNIFUNNAS (KLASIFIKASI MANUSlA)

Oleh : al-Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifullah –hafidzohulloh-

bentengTashnifunnas adalah benteng kokoh yang melindungi Sunnah dari hal-hal yang mengotorinya. Tashnifunnas melindungi barisan Ahli Sunnah dari ‘penyelundupan’, dia adalah senjata pelindung agama Islam dari segala macam kotoran yang menodai kemurniannya. Alloh subhanahu wa ta’ala tepis dengan Tashnifunnas penyelewengan orang-orang yang ghuluw, takwil orang-orang yang jahil, tipudaya para pembuat kebid’ahan, makar Khowarij yang melesat dari agama, dan dari segala kejahatan kelompok-kelompok yang menyempal dari jama’ah Muhammad shollallohu alaihi wa sallam. (red.) Sesungguhnya berpegang teguh dengan Sunnah adalah hal yang sangat agung, hanya saja pada hari ini sangat jarang dijumpai, sehingga seorang yang berpegang teguh dengan Sunnah pada hari ini adalah asing di mata manusia. Maka berpegang teguh dengan Sunnah adalah salah satu dari bentuk keasingan yang akan terjadi di akhir zaman sebagaimana disabdakan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam.

Kebanyakan manusia pada hari ini tidaklah di atas Sunnah sebagaimana dikatakan oleh al-Imam Sufyan ats-Tsauri rohimahulloh : “Hendaknya kalian berwasiat kepada ahli Sunnah dengan kebaikan karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang asing.” Jika ini perkataan beliau tentang zaman beliau maka bagaimana dengan keadaan hari ini di mana Sunnah benar-benar menjadi perkara yang asing bagi kaum muslimin?! Baca lebih lanjut

Seseorang itu bersama orang yang ia cintai

SESEORANG ITU BERSAMA ORANG YANG IA CINTAI
Oleh : asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله

Dari Abu Musa al-Asy’ari رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang itu bersama orang yang ia cintai.” [Muttafaqun alaihi]

Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menguatkan cinta kepada para Rasul dan ittiba’ kepada mereka sesuai dengan tingkatan-tingkatannya, serta tahdzir (peringatan) dari cinta kepada lawan mereka. Karena sesungguhnya cinta (al-Mahabbah) merupakan tanda kuatnya hubungan antara orang yang mencintai dengan yang dicintai, dan kesesuaiannya dengan akhlak orang yang dicintai serta tanda bahwa ia mengikuti orang yang dicintainya itu. Yang demikian merupakan tanda adanya al-Mahabbah dan merupakan pembangkit al-Mahabbah.

Dan juga, barangsiapa yang mencintai Alloh ta’ala maka rasa cintanya tersebut merupakan sebesar-besar hal yang mendekatkan dirinya kepada Alloh. Karena sesungguhnya Alloh تعالى Maha Mensyukuri, Dia membalas orang yang mendekatkan diri kepada-Nya lebih besar -dengan balasan yang belipat ganda- daripada yang dilakukan orang tersebut. Dan termasuk syukur Alloh تعالى adalah : mempertemukannya dengan orang yang dicintainya, walaupun amalan orang yang mencintai itu sedikit. Alloh berfirman : Baca lebih lanjut

Jawaban : “Siapa yang Menciptakan Alloh?”

Jawaban : “Siapa yang Menciptakan Alloh?
Oleh : asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani -rohimahulloh-

Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَحَدَكُمْ يَأْتِيهِ الشَّيْطَانُ فَيَقُولُ مَنْ خَلَقَكَ فَيَقُولُ اللَّهُ فَيَقُولُ فَمَنْ خَلَقَ اللَّهَ فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقْرَأْ آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ فَإِنَّ ذَلِكَ يُذْهِبُ عَنْهُ

“Sesungguhnya setan mendatangi salah seorang diantara kalian, lalu setan berkata : siapa yang menciptakanmu?” maka ia menjawab : “Alloh”, lalu setan bertanya : “siapa yang menciptakan Alloh?”, jika salah seorang dari kalian menjumpai yang demikian, maka ucapkanlah : (آمَنْتُ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ) “Aku beriman kepada Alloh dan Rasul-Nya”, karena yang demikian akan mengusirnya.” [Lihat ash-Shohihah (116)]

Diriwayatkan Ahmad : haddatsana adh-Dhohhak dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya dari ‘Aisyah rodhiyallohu anha : bahwa Rosululloh shallallahu alaihi wa sallam bersabda : (lalu ia menyebutkan hadits ini).
Baca lebih lanjut

Seseorang itu bersama orang yang ia cintai

SESEORANG ITU BERSAMA ORANG YANG IA CINTAI
Oleh : asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di رحمه الله

Dari Abu Musa al-Asy’ari رضي الله عنه, ia berkata : Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :
المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
“Seseorang itu bersama orang yang ia cintai.” [Muttafaqun alaihi]

Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk menguatkan cinta kepada para Rasul dan ittiba’ kepada mereka sesuai dengan tingkatan-tingkatannya, serta tahdzir (peringatan) dari cinta kepada lawan mereka. Karena sesungguhnya cinta (al-Mahabbah) merupakan tanda kuatnya hubungan antara orang yang mencintai dengan yang dicintai, dan kesesuaiannya dengan akhlak orang yang dicintai serta tanda bahwa ia mengikuti orang yang dicintainya itu. Yang demikian merupakan tanda adanya al-Mahabbah dan merupakan pembangkit al-Mahabbah.

Baca lebih lanjut

Perkataan “Fulan Syahid”??

Perkataan “Fulan Syahid”??

Oleh : asy-Syaikh Robi’ bin Hadi al-Madkholi -hafidzohulloh-

Pertanyaan :

Apakah boleh memutlakkan kepada seseorang kata “Syahid“?

Jawaban :
Baca lebih lanjut

KEDUDUKAN KHABAR AHAD (BAGIAN 2)

KEDUDUKAN KHABAR AHAD (BAGIAN 2)
        
[Tulisan berikut ini kami ringkas dari Risalah Magister (Thesis) seorang shahabat kami, al-Akh Ahmad bin Basyir al-Jaza’iri -hafidzohullah-, seorang Tholibul ‘Ilmi Salafi yang pernah “terdampar” di Indonesia. Risalah tersebut berjudul “Manhajul Istidlal bi Khobaril Aahaad fii Madzhabil Maliki”, semoga bermanfaat…..]
     
DALIL-DALIL DARI SUNNAH
      
         Adapun dalil dari Sunnah yang mewajibkan untuk mengamalkan khabar ahad bisa dibilang sangat banyak, yang secara keseluruhan dapat dipastikan mengarah kepada kehujjahan khabar ahad. Dalam hal ini penulis akan menguraikan sebagian saja karena tidak memungkinkan untuk dibahas secara kesuluruhan dalam tulisan ini. Di antara hadits yang menerangkan tentang hal tersebut adalah;
        
1. Beberapa riwayat Mutawatir dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkaitan dengan beberapa utusan yang dikirim beliau ke beberapa daerah untuk menyampaikan agama Islam, dan perintah beliau kepada mereka untuk menerima ajaran agama yang dibawa oleh setiap utusan tersebut.

         Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: