Tanya Jawab : Tentang Penyaluran Zakat di Lembaga Amil Zakat (1)

Zakat Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wa rohmatulloh,

ana ingin bertanya kepada al-ustadz Muhammad Arifin Badri hafidzohulloh, sekarang banyak bermunculan lembaga amil zakat yang menyalurkan zakat kaum muslimin kepada orang-orang miskin dalam bentuk seperti :
– pengobatan gratis (seperti : persalinan, KB, imunisasi, khitan, dll)
– beasiswa pendidikan (Pesantren, SD, SMP, SMA, S1, dll)
– pembangunan masjid
– pembangunan pesantren
– bantuan pinjaman dana usaha untuk pedagang, petani, peternak, dll.
dan lain-lain yang contoh ini ana ambil dari beberapa situs lembaga zakat.
Apakah penyaluran zakat seperti ini diperbolehkan?
Jazakumulloh khoiron.

Abu Hammad

*Jawaban :*

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Saudara Abu Hammad yang saya hormati, saya yakin saudara telah mengetahui bahwa zakat dalam Islam terbagi menjadi dua macam:

1) Zakat Wajib. Dan zakat wajib terbagi menjadi dua:

1. Zakat Fitrah.

2. Zakat Maal.

2) Zakat Sunnah.

Bila yang dimaksud dengan zakat pada pertanyaan saudara adalah zakat sunnah, maka dibenarkan untuk menyalurkan zakat sunnah pada kegiatan sosial di atas dan juga kegiatan sosial lainnya.

Akan tetapi bila yang dimaksud dengan zakat ialah zakat wajib, maka tidak dibenarkan untuk disalurkan kepada kegiatan-kegiatan sosial diatas. Telah dijelaskan siapa saja yang berhak menerima zakat wajib, pada firman Allah Ta’ala:

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيم – التوبة 60

*”Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk/milik orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para Mu’allaf yang dibujuk hatinya,untuk (memerdekaan) budak, orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Biajaksana.” *At Taubah 60.

Pada ayat ini, Allah Ta’ala telah menegaskan bahwa zakathanya diperuntukkan bagi kedelapan kelompok orang. Dengan demikian tidak dibenarkan bagi siapapun yang tidak termasuk ke dalam kelompok itu untuk menerima bagian dari zakat.

Terlebih-lebih para ulama’ telah menjelaskan bahwa ketika orang kaya membayar zakat, ia diwajibkan untuk benar-benar menyerahkan zakatnya kepada yang berhak dengan sepenuhnya, tanpa ada hak baginya sedikitpun untuk mencampuri penggunaan atau pembelanjaannya. Terlebih-lebih kebutuhan kaum fakir-miskin berbeda-beda, ada yang lebih membutuhkan kepada makanan, ada yang lebih membutuhkan kepada pakaian, ada yang lebih membutuhkan kepada pelunasan piutangnya dan seterusnya.

Sebagian ulama’ menegaskan bahwa sebenarnya, orang-orang kaya yang menunaikan zakat tidaklah sedang memberikan uluran tangan atau budi kepada penerima zakat. Yang terjadi adalah sebaliknya, para penerima zakatlah yang telah berjasa kepada orang-orang kaya, karena dengan adanya mereka, harta orang-orang kaya menjadi halal dan diberkahi Allah. Andai tidak ada yang menerima zakatnya, niscaya harta kekayaannya tidak halal untuk ia nikmati, dan ia akan mendapatkan siksanya di dunia dan akhirat.

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ {34} يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُون – التوبة 34-35

*”Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu di dalam neraka Jahannam, lalu dibakarnya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan”. * At Taubah 34-35

Wallahu a’alam bisshawab.

***

Sumber : http://finance.groups.yahoo.com/group/pengusaha-muslim/message/11952, dengan edit penebalan (bold) tulisan dari kami.

2 Kalimat yang ringan di lisan tetapi berat di timbangan : Subhanalloh wa bi hamdihi, subhanallohil Adzim

__________________________

Artikel terkait:

3 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum Wr.Wb.,
    Apakah hasil dari menyewakan rumah wajib dikeluarkan zakatnya, sekalian jelaskan nishabnya.
    Terimakasih.
    Wassalam,.

    Wa’alaikumussalam wa rohmatulloh wa barokatuh,

    Kalau jumlah uang anda (hasil sewa rumah tersebut & uang anda lainnya) mencapai nishob (senilai 20 dinar atau 200 dirham) atau lebih, dan setelah mencapai haul (1 tahun hijriah) jumlahnya masih mencapai/melebihi nishob, maka wajib dikeluarkan zakat maal-nya 2,5%.
    Tapi kalau ternyata setelah haul/1 tahun jumlah uangnya kurang dari nishob, maka tidak wajib zakat maal.

    Tentang nishob, ulama khilaf nilai dalam gram-nya. Seandainya kita ambil 20 dinar = 85 gram emas murni dan harga emas per gram kita misalkan Rp. 300.000,- maka nishobnya adalah : 85 x Rp 300.000 = Rp 25,5 juta.
    Harga emas naik turun hampir setiap saat, nilainya bisa anda lihat di http://goldprice.org/gold-price-indonesia.html

    Dan berikut ini artikel tentang cara praktis menghitung zakat maal yang ditulis oleh Ustadz Muhammad Arifin Badri :
    http://www.pengusahamuslim.com/belajar-islam/fiqih-umum/530-cara-praktis-menghitung-zakat-maal.html

    Wallohu A’lam.

  2. Gema takbir menggema di Angkasa
    Mengguncang persada dan semesta
    Semoga kesucian hati selalu menghiasi diri
    Kedermawanan menjadi jati diri
    Tidak hanya untuk Idul Fitri
    Selamat Idul Fitri 1430 H

  3. bagus. . . .! ! ! ! ! ! !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: