IMSAK, Sunnahkah?

Romadhon, kesempatan untuk merubah kepribadian kita menjadi lebih baik

Oleh : al-Ustadz Abu Nu’aim al-Atsari rohimahulloh

“SAHUR ! SAHUR !, BANGUN ! BANGUN ! WAKTU MENUNJUKKAN PUKUL 3.00 ! BANGUN ! SAHUR !, WAKTU IMSAK KURANG SEPULUH MENIT !!”

Fenomena ini merupakan pemandangan yang biasa kita temui pada bulan Romadlon. Karena memang, sebagian kaum muslimin masih mengakrabi yang satu ini, Imsak merupakan batas akhir waktu sahur. Ditandai dengan bunyi sirine atau sholawatan dan lainnya.

Nah, masalahnya, apakah Islam mensyari’atkannya. Bila tidak, mengapa kaum muslimin banyak yang mengamalkannya? Untuk itu, mari kita cermati dalil-dalil berikut ; Allah azza wa jalla berfirman :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam yaitu fajr, kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam. Al Baqoroh 187

Ayat yang mulia ini memberi petunjuk kepada kita bahwa batas akhir sahur adalah fajar (subuh). Hal ini diperjelas dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori (1916) dan Muslim (1090) dari sahabat Adi bin Hatim radhiyallahu anhu. Beliau berkata : “Ketika turun ayat tersebut, aku ikatkan tali warna hitam dan putih, lalu kuletakkan di bawah bantal. Mulailah aku melihatnya. Namun tidak jelas bagiku antara yang hitam dan yang putih. Pagi hari aku menemui Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam dan kuceritakan apa yang kualami. Beliau bersabda :”Maksud (hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam) adalah gelapnya malam dan merekahnya siang (fajr).”

Bila masih ada yang sangsi, dengan mengatakan : “bukankah fajr ada dua, fajr kadzib (dusta) dan shodiq (benar)” Kita jawab : “Bukankah hadits diatas sudah sangat jelas. Bahwa yang dimaksud adalah subuh”. Untuk lebih yakin perhatikan hadits berikut ; Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

الفجر فجران : فأما الأول فإنه لا يحرم الطعام ، ولا يحل الصلاة ، وأما الثاني فإنه يحرم الطعام ، ويحل الصلاة

Fajr ada dua : Fajr yang pertama tidak mengharamkan makan dan tidak membolehkan sholat (subuh), fajr kedua mengharamkan makan dan membolehkan sholat (subuh). (hadits shohih riwayat Ibnu Khuzaimah 3/261, Hakim 1/191 dan Daruquthni)

Aisyah berkata :

أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Bahwasanya Bilal melantunkan adzan di waktu malam, maka Rosulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: makan dan minumlah hingga Ibnu Ummi Maktum adzan, sesungguhnya dia tidak akan adzan hingga terbit fajr. (Bukhori 1919)

وَكَانَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ رَجُلًا أَعْمَى لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَقُولَ لَهُ النَّاسُ أَصْبَحْتَ

Ibnu Ummi Maktum adalah laki-laki buta, dia tidak melantunkan adzan sehingga manusia mengatakan kepadanya : “engkau telah menemui subuh”. (Bukhori).

Jelas kiranya, bahwa yang dimaksud fajr disini adalah subuh. Dengan demikian batas akhir sahur adalah waktu subuh. Bukan imsak yang banyak digandrungi orang. Bahkan sekalipun subuh telah tiba dan makanan masih dihadapan, diperbolehkan untuk meneruskan, simak hadits berikut :

إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمْ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ

Jika salah seorang dari kalian mendengar adzan (subuh), sedangkan piring masih berada di tangan maka jangan meletakkannya hingga menyelesaikannya. (Ahmad. Abu Dawud, Al Hakim, dan dia shohihkan disetujui Ad Dzahabi)

Syaikh Albani berkata :”Hadits ini merupakan dalil bahwa orang yang menemui fajr (terbit) sedangkan piring atau gelas masih berada di tanganya maka boleh baginya menghabiskan apa yang ada di dalamnya. Hadits ini merupakan pengecualian dari ayat diatas tadi, Dan ayat tersebut tidak bertentangan dengan beberapa hadits dan hadits ini (hadits terakhir), dan tidak juga dengan ijma’. Bahkan sekelompok sahabat dan selainnya berpendapat bolehnya sahur melebihi batas yang disebutkan oleh hadits tsb. Dan diantara faedah hadits ini adalah pembatalan bid’ah imsak sebelum fajr sekitar seperempat jam, mereka berbuat seperti itu hanyalah lantaran takut datangnya adzan subuh sedangkan mereka masih makan sahur. Apabila mereka mengetahui keringanan ini tidaklah akan terjatuh ke dalam bid’ah ini (imsak)!!

Al Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari 4/199 : “Termasuk bid’ah munkaroh yang diada-adakan orang pada zaman ini adalah dikumandangkannya adzan subuh sekitar seperempat jam sebelumnya di bulan Romadlon dan dimatikannya lampu-lampu sebagai tanda dilarangnya makan dan minum bagi yang ingin berpuasa, dengan sangkaan apa yang diadakan tadi sebagai langkah hati-hati dalam beribadah dan tidak ada yang mengetahui hal itu kecuali segelintir orang. Hal ini terus berlangsung, sampai-sampai mereka tidak melantunkan adzan maghrib kecuali setelah lewat beberapa menit, untuk meyakinkan bahwa telah masuk waktu maghrib, itu sangkaannya. Mereka menunda berbuka dan menyegerakan sahur, karena itu mereka menyelisihi sunnah dan kebaikan sangat jarang mereka dapatkan malah kejelekan yang menimpa.”

***

Sumber : Buletin Al Furqon Edisi 2 Th 1 1422 H, Halaman 16

GDP15559

4 Tanggapan

  1. Assalaamu’alaikum….
    Mau izin ngunduh, terima kasih, jazakumullah khairan katsiira
    Wassalamu’alaikum..

    wa’alaikumussalam wa rohmatulloh wa barokatuh,
    Silahkan, semoga bermanfaat.

  2. assalamu alaykum..

    ijin copy artikelnya ntuk di blog ana..jazakallahu khairan

    wa’alaikumussalam wa rohmatulloh,
    Silahkan, barokallohu fiik.

  3. Assalamualaikum.. Alhamdulillah.. Akhirnya nemu jawaban memuaskan.. Minta izin copy artikel ya mas, buat blog saya..

    Wa’alaikumussalam wa rohmatulloh,
    Silahkan, semoga bermanfaat..

  4. ijin copas ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: