Fatwa – Penetapan Hari Iedul Adha

ketupat[Iedul Adha masih lama, dan fatwa ‘ulama tentang penetapan hari ‘ied sudah pernah ditampilkan dalam blog ini, tapi ndak papalah fatwa ini dibawakan sekarang, buat diingat-ingat nanti… Dan juga jawaban asy-Syaikh mencakup tentang mulai puasa dan iedul fithri, ikut siapa? Saudi atau pemerintah? Kan sebentar lagi Romadhon…Fatwa ini diterjemahkan dari rekaman Dauroh Masyayikh Madinah di Kebun Teh Wonosari Lawang – Malang Juli 2007. File : syaikh ibrohim 4.mp3 >> 71:50 – 74:26]

Fatwa – Penetapan Hari Iedul Adha

Oleh : asy-Syaikh Ibrohim bin ‘Amir ar-Ruhaili –hafidzohulloh

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wa rohmatullohi wa barokaatuh,

Syaikh, tentang dengan penetapan hari Iedul Adha di daerahku, Salafiyyun terbagi menjadi 2 bagian; sebagian mereka mengikuti Saudi dan sebagian lainnya mengikuti pemerintah. Yang mengikuti Saudi berhujjah dengan perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu al-Fatawa bahwa kaum muslimin selalu mengambil rukyahnya jama’ah haji. Apakah ini benar?

Jawaban:

Wa’alaikumussalaam wa rohmatulloh wa barokaatuh,

Pertama-tama, para ‘ulama telah berbicara tentang masalah ini. Adapun tentang Romadhon : puasa dan iedul fithri, maka pada setiap negeri punya rukyah masing-masing. Dan tidak boleh bagi penduduk negeri ini atau yang selainnya berpuasa mengikuti Saudi dan negeri-negeri lainnya, bahkan setiap negeri memiliki rukyah masing-masing. Jika orang-orang berpuasa, mereka berpuasa bersamanya dan jika orang-orang berbuka (iedul Fithri, pent) mereka berbuka bersamanya, jika kalian berada di negeri muslim seperti negeri ini.

Adapun pada Iedul Adha, pada penetapan hari Arofah, sebagian ‘ulama menyebutkan masalah ini bahwa yang dianggap adalah rukyahnya negeri yang ditegakkan haji padanya. Karena hari Arofah adalah hari wukufnya manusia di Arofah. Ini dikatakan oleh sebagian ahlul ilmi.

Dan masalahnya khilafiyyah antara ahlul ilmi. Akan tetapi tidak diragukan bahwa tarjih suatu pendapat atas pendapat lainnya jika hal ini akan menyebabkan keburukan dan fitnah, maka persatuan kaum muslimin atas sebagian pendapat yang akan menghasilkan kesatuan kata dari pendapat para mujtahidin dan bukan dari pendapat ahli bid’ah, maka itu lebih baik daripada perpecahan kaum muslimin.

Kalian di negeri ini, jika pemerintah memberitahukan tentang sesuatu, maka ijtihadnya mengangkat khilaf. Dan jika kalian melihat ahlul ilmi wal fadhl, Ahlus Sunnah dan thullabul ilmi di kalangan mereka, jika mereka bersatu atas satu pendapat, jangan selisihi mereka.

Salah seorang peserta dauroh bertanya menimpali :

Akan tetapi musykilahnya pemerintah kami memberikan kebebasan yang sempurna bagi siapa yang ingin memilih pendapat ini, bagaimana pendapat anda?

Asy-Syaikh menjawab:

Jika mereka memberikan kebebasan maka ikutilah kebanyakan kaum muslimin yang mereka Ahlus Sunnah yang mereka menegakkan al-haq di setiap tempat dan waktu, jika kebanyakan dari mereka dan jama’ah mereka berada di atas sesuatu maka ikutilah mereka dan jangan bersikap syadz (nyeleneh, pent) dari mereka. Na’am.

***

[Diterjemahkan dari rekaman Dauroh Masyayikh Madinah di Kebun Teh Wonosari Lawang – Malang Juli 2007. File : syaikh ibrohim 4.mp3 >> 71:50 – 74:26]

_____________________________

Artikel terkait:

2 Tanggapan

  1. assalamu’alaikum..
    afwan akh ana minta ijin untuk melink blog antum diblog ana .demikian sebaliknya antum bisa link blog ana diblog antum. jazakallohukhoir. semoga kita senantiasa istiqomah diatas jalanNya yang haq.
    wassalamu’alaikum.

    wa’alaikumussalam warohmatulloh wa barokatuh

  2. Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: