Fatwa – Mengundang Masyayikh…

 

[Diterjemahkan dari rekaman Dauroh Masyayikh Madinah di Kebun Teh Wonosari Lawang – Malang Juli 2007. File : LM 5 syaikh ibrohim ed.mp3 >> 22:39 – 26:52]

 

Fatwa – Mengundang Masyayikh…

Oleh : asy-Syaikh Ibrohim bin ‘Amir ar-Ruhaili –hafidzohulloh

 

 

Pertanyaan :

Fadhilatusy Syaikh barokallohu fiikum, apa nasihat anda bagi para Da’i yang mengundang masyayikh yang tidak dikenal dengan ke-Salafiyyah-an karena sangat menginginkan bantuan dana mereka? Dan mereka sudah dinasihati tapi mereka tidak menerima.

 

Jawaban:

Tidak sepatutnya bagi Ahlus Sunnah bercampur dengan para penyelisih dan bermajelis dengan mereka karena menginginkan dunia dan apa yang ada pada mereka, karena ini adalah fitnah, fitnah harta dan fitnah mendekat kepada ahli bid’ah karena apa yang ada pada mereka… fitnah….

 

Adapun jika berhubungan dengan mereka untuk membimbing mereka kepada kebaikan dan menasehati mereka, maka ini tidak dilarang bagi orang yang kokoh dalam keilmuannya.

 

Adapun jika berhubungan dengan ahli bid’ah dikarenakan apa yang ada pada mereka dan sangat menginginkan apa yang ada pada mereka, maka ini adalah di antara penyebab kesesatan; seseorang menjual agamanya dengan dunia, seseorang ber-wala’ kepada ahli bid’ah disebabkan harta yang ada pada mereka. Na’am.

 

***

 

[Diterjemahkan dari rekaman Dauroh Masyayikh Madinah di Kebun Teh Wonosari Lawang – Malang Juli 2007. File : LM 5 syaikh ibrohim ed.mp3 >> 21:33 – 22:38]

4 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum.Nah……….gimana tuh dengan At Turats? Setahu saya mereka banyak menyimpang dari manhaj ahli sunnah.Ayolah kawan…….jangan ngiler sama Dinarnya…kerjalah, itu lebih mulia daripada menunggu datangnya bantuan. Ayo, As Sunnah, Al Furqon, dll. Sadarlah. Ikuti nasehat ulama!!! Semoga Alloh menyatukan kita lagi di atas manhaj al haq dan tidak keberatan kalau bantuan dari At Turats dihentikan karena kita tidak mau disetir dengan kemauan mereka yang keliru.

    Wa’alaikumussalaam wa rohmatulloh wa barokaatuh,
    Akhi… masalah IT ini kenyataannya adalah khilaf di antara `ulama kita, ini nggak bisa dipungkiri (yakni dengan syarat: tidak ada syarat macam2, tidak disetir, dll).

    walaupun ana (wa man ana??!) lebih setuju lebih baik nggak usah ngambil bantuan dari mereka. Boleh2 saja kita mengambil salah satu pendapat, tapi jangan sampai itu membuat kita kebablasan mengatakan setiap yg mengambil dana dari IT adalah mubtadi’! Dan menimpakan kesalahan seorang ustadz di suatu kota kepada asatidzah di kota2 lain, ini berlebihan…

    Lalu, apa benar al-Furqon ngambil dana dari IT?

    Ana juga berharap agar lembaga2 yg ngambil dana dari IT menghentikan kerjasamanya dgn IT, karena seandainya ada maslahatnya, maka madhorotnya lebih besar yakni perpecahan, dengan dalil Rosululloh yang tidak jadi menurunkan pondasi Ka’bah (yang ini ada maslahatnya) karena khawatir akan bermadhorot kepada ummat yang baru masuk Islam salah paham (sebagaimana dikatakan oleh al-Ustadz Muhammad Arifin BAdri hafidzohulloh dalam salah satu artikelnya).

    Dan juga barokahnya dakwah bukanlah pada fulus/duit (ini sbgmn yg dikatakan oleh al-Ustadz Muhammad Nur Ihsan hafidzohulloh dulu di jogja ketika ditanya ttg IT).

    Akhir, ana juga sedih dengan ikhtilaf bayna Salafiyyin ini dan ana juga berharap suatu saat bisa bersatu lagi di atas al-HAQ… Do’a diakhir tulisan antum adalah do’a yang baik sekali, ana katakan “aamiin”!

    Waffaqonallohu wa iyyakum jami’an.

  2. Bagaimanankah dengan ke-salafiyyah-an-nya Ihya’ at Turats al Kuwaiti?Yusuf Utsman Baisa?Syarif Haza’?Muhammad Kholaf?

    para ‘ulama sudah membicarakan tentang IT, jadi lebih baik antum ambil perkataan mereka saja, ana nggak usah ikut2 ngomong lagi.
    Yang lainnya ana nggak kenal dan kasusnya pun ana kurang jelas, antum tanyakan ke para asatidzah yang ngerti saja. Wallohu A’lam.

  3. subhanallah, subhannallah, subhanallah.

    Subhanalloh!!

  4. assalamu ‘alaikum…

    kenalkan saya zulkifli dari surabaya. mohon informasi, kemanakah saya bertanya untuk mendapatkan cd rekaman daurah syekh madinah sejak tahun 2006 yang silam sampai sekarang ? seperti hanya untuk konsumsi terbatas ? apakah ilmu dibatasi untuk ustadz saja?

    saya kesulitan karena belum memiliki aslinya, saya berbantahan dengan ikhwan XL. akhirnya saya tidak bisa menunjukkan fatwa syekh ibrahim ruhaily yang pernah diterjemahkan di Majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun X/1427H/2006M, juga terkait ihya at tutors. berapa cd totalnya, berapa infaq ganti kopi cd, rekening pengiriman dan kontak personnya.

    insya Allah kalau sudah ada pegangan langsung ceramah ulama, hati ini akan tenang.

    mohon informasinya dikirimkan email. malah kalau ada link downloadnya, amat sangat memudahkan dan membantu. jazakmullahu khairan.

    wasssalamu ‘alaikum…

    zulkifli

    Wa’alaikumussalam warohmatulloh,
    Kalau perdebatan antum malah tambah bikin hubungan dengan mereka semakin ruwet, ahsan nggak usah diteruskan. karena mereka juga saudara kita sesama salafiyyun. Biar para asatidzah dan masyayikh yg menyelesaikan masalah ini.
    Untuk mendapatkan CD nya coba antum hubungi panitianya, yaitu para ustadz di Surabaya, seperti ust Abdurrohman Thoyyib atau ust Imam Wahyudi.
    Kalo ana dulu beli langsung di daurohnya atau nitip sama guru ana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: