Maslahat Mursalah Bukanlah Bid’ah

 

ليس من البدع المصالح المرسلة

 

Maslahat Mursalah Bukanlah Bid’ah

Oleh : asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad al-Badr –hafidzohulloh

 

 

Maslahat mursalah adalah suatu maslahat yang syari’at tidak menjelaskannya dan tidak pula membatalkannya, ia merupakan wasilah untuk mencapai suatu perkara yang disyari’atkan, seperti pengumpulan al-Qur’an pada zaman Abu Bakar dan Utsman rodhiyallohu anhuma, pencatatan pasukan perang dan penulisan orang-orang dari pasukan yang berhak mendapat bagian, maka hal ini tidak terdapat dalam syari’at satu nash pun yang menetapkan atau melarangnya. Adapun pengumpulan al-Qur’an, maka ini merupakan jalan untuk menghapalnya dan agar tidak hilang sesuatupun darinya. Yang demikian merupakan penerapan firman Alloh azza wa jalla:

 

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” [al-Hijr : 9]

 

Dan Abu Bakar rodhiyallohu anhu telah diam ketika Umar rodhiyallohu anhu mengisyaratkan untuk mengumpulkannya, dan ia berkata :

 

كيف أفعل شيئاً لم يفعله رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ فقال عمر: هو والله خير، فلَم يزل عمر يُراجعني فيه حتى شرح الله لذلك صدري، ورأيتُ الذي رأى عمر

 

“Bagaimana aku akan melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasululloh shallallahu alaihi wa sallam?” maka Umar menjawab : “Ini demi Alloh adalah kebaikan”, lalu Abu Bakar berkata : Umar selalu memintaku untuk itu sampai Alloh melapangkan hatiku untuk hal itu, dan akupun berpendapat seperti pendapat Umar. [HR. al-Bukhori (4679)]

 

Dan pengumpulan al-Qur’an yang dilakukan oleh Abu Bakar rodhiyalohu anhu adalah pada shuhuf (lembaran-lembaran) dan pengumpulan yang dilakukan Utsman rodhiyallohu anhu adalah pada mush-haf.

 

Adapun pencatatan pasukan perang, ini terjadi pada zaman Umar rodhiyallohu anhu, ketika telah banyaknya penaklukan-penaklukan, serta banyaknya ghonimah dan fai’, maka hal ini membutuhkan pencatatan nama-nama tentara dan yang selain mereka dari orang-orang yang berhak mendapat bagian. Yang demikian tidak pernah ada sebelum zamannya. Ini merupakan jalan/cara untuk menyampaikan hak-hak kepada orang yang berhak mendapatkannya dan agar tidak ada suatu hak pun yang tidak tersampaikan. Dan tidaklah dikatakan : “sesungguhnya diantara bid’ah-bid’ah itu ada yang baik” dengan mendudukkannya sebagai maslahat mursalah, karena dalam maslahat mursalah terdapat tujuan untuk mencapai suatu perkara yang disyari’atkan. Berbeda dengan bid’ah dimana di dalamnya terdapat anggapan/tuduhan bahwa syari’at belum sempurna, sebagai telah berlalu dari perkataan al-Imam Malik rohimahulloh.

 

[Diterjemahkan dari al-Hatstsu ‘ala ittiba’is Sunnah wat Tahdzir minal Bida’ wa Bayani Khothriha karya asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad al-Badr]

 

3 Tanggapan

  1. beda antara bid’ah dan maslahat mursalah kurang jelas…
    padahal orang yang melakukan bid’ah, biasanya punya tujuan “yang menurut dirinya” baik.
    contoh orang tahlilan. maksudnya baik, katanya. yaitu mendo’akan yang telah mati. Dan tahlilan termasuk halaqoh zikir yang ada syari’atnya. Bolehkah?
    Maksud Imam Malik tentang kesempurnaan agama islam adalah dasar2nya, bukan sempurna secara mendetil. kalau detilnya sudah sempurna, kenapa masih perlu ijtihad atau maslahat mursalah?

    maslahat mursalah memiliki syarat-syarat, tidak semua yang baik berarti adalah maslahat mursalah, coba pelajari kitab al-I’tishom karya al-Imam asy-Syathibi.

  2. waduh, suruh baca ktb? eng.. org awam manut aja deh.. yg detil beginian biar yg omong pakar2nya aja. Terus, syaratnya apa dong?

    Ringkasan kitab al-I’tishom sudah ada terjemahannya, penerbitnya media hidayah, silahkan dicari di toko2 buku & dipelajari…

  3. Anda sudah punya buku dan pernah baca? Tolong sharing donk… Ga cuma copy paste punya orang.

    Ringkasan kitab al-I’tishom sudah ada terjemahannya, penerbitnya media hidayah, silahkan dicari di toko2 buku & dipelajari…
    kalau antum bisa bahasa arab, kitab ini juga bisa dicari di toko2 buku arab atau download di internet.
    Atau dengerin kajian ilmu ushulil bida’ oleh Ust Badru –hafidzohulloh– di radio rodja 756 AM tiap jum’at jam 5.30 pagi, insyaAlloh ada pembahasan seputar mashlahat mursalah, antum juga bisa bertanya via telpon atau sms.
    Barokallohu fiik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: