Penyeru kepada Petunjuk & Penyeru kepada Kesesatan

Penyeru kepada Petunjuk & Penyeru kepada Kesesatan

PENYERU KEPADA PETUNJUK & PENYERU KEPADA KESESATAN
Oleh : asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di -rohimahulloh-

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu, ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :
 
من دعاء إلى هُدَى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه، لا ينقص ذلك من أجورهم شيئاً. ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه، لا ينقص ذلك من آثامهم شيئاً

“Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, ia mendapatkan pahala seperti pahalan orang yang mengikutinya, yang demikian tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya, yang demikian tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” [HR. Muslim] [1]

Hadits ini –dan hadits-hadits yang semisal dengannya- terkandung di dalamnya : anjuran untuk berdakwah kepada petunjuk dan kebaikan serta keutamaan orang yang menyerukannya; dan tahdzir (peringatan) dari berdakwah kepada kesesatan dan kebinasaan serta besarnya dosa dan balasan orang yang menyerukannya.

Petunjuk (al-Huda) adalah : ilmu yang bermanfaat dan amal sholeh.

Maka semua orang yang mengetahui ilmu, jika ia mengarahkan orang-orang yang belajar menuju jalan yang padanya akan dihasilkan ilmu untuk mereka; maka ia adalah da’i (penyeru) kepada petunjuk.

Dan semua orang yang menyeru kepada amal sholeh yang berhubungan dengan hak Alloh atau hak-hak makhluk yang umum dan khusus; maka ia adalah da’i kepada petunjuk.

Semua orang yang memberi nasihat dalam agama atau duniawi yang akan sampai dengannya kepada agama; maka ia adalah da’i kepada petunjuk.

Semua orang yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amalnya, lalu diikuti orang lain; maka ia adalah da’i kepada petunjuk.

Semua orang yang mempersembahkan kepada orang lain dengan amal yang baik atau yang disyari’atkan dan umum manfa’atnya; maka ia masuk dalam nash ini.

Dan kebalikan semua itu adalah da’i kepada kesesatan.

Para penyeru kepada petunjuk mereka adalah imamnya orang-orang yang bertakwa dan sebaik-baik orang mu’min.

Para penyeru kepada kesesatan : mereka adalah para imam yang menyeru ke neraka.

Semua orang yang menolong orang lain dalam kebaikan dan takwa, maka ia termasuk da’i kepada petunjuk.

Semua orang yang menolong orang lain dalam dosa dan permusuhan, maka ia adalah da’i kepada kesesatan.

***

[Diterjemahkan dari kitab Syarh Jawami’il Akhbar karya asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, hadits ke-10, sumber : http://sahab.org. Catatan kaki oleh Abu SHilah]

Catatan Kaki :

[1] Demikian yang tertulis dalam file Syarh Jawami’il Akhbar yang ada pada kami, yakni dengan lafadz (من دعاء…), seharusnya (من دعا …), yakni tanpa hamzah. Sehingga lafadznya:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

[HR. Muslim (2674), Abu Dawud (4609), at-Tirmidzi (2674), Ibnu Majah (206), Ahmad (9149), ad-Darimi (513), Ibnu Hibban (112), Abu Ya’la (6489), dll]

TANBIH :
Dalam file-file kitab dalam bentuk word yang dapat didownload dari internet seringkali kami menemukan kesalahan dalam penulisan, baik ada kata-kata yang kurang atau hilang dan yang selainnya yang mana pada kitab aslinya kesalahan itu tidak ada. Jadi hendaknya kita berhati-hati dalam membaca kitab-kitab download-tan dari internet.

Satu Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: