Petunjuk Al-Qur’an terhadap Pokok-Pokok Ilmu Kedokteran

 

 Petunjuk Al-Qur’an terhadap Pokok-Pokok Ilmu Kedokteran
Oleh : asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di –rohimahulloh-

Pokok-pokok ilmu kedokteran ada tiga : menjaga kesehatan dengan menggunakan perkara-perkara yang bermanfaat, melindungi diri dari perkara-perkara yang membahayakan dan menolak penyakit yang datang ke badan.  

Dan masalah-masalah kedokteran semuanya berkisar pada kaidah-kaidah ini.

Al-Qur’an telah mengingatkan tentang kaidah-kaidah ini dalam firman Alloh ta’ala tentang menjaga kesehatan dan menolak penyakit :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا
“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan” (Al-A’rof : 31)

Maka Alloh memerintahkan untuk makan dan minum yang mana badan tidak bisa tegak kecuali dengan keduanya, dan Alloh telah memutlakkan yang demikian untuk menunjukkan bahwa makanan dan minuman itu disesuaikan dengan yang mencukupkan bagi manusia, dan memberinya manfaat di setiap waktu dan kondisi. Dan Alloh melarang dari berlebih-lebihan dalam makan dan minum, baik dengan memperbanyak dalam porsi makanan dan minuman maupun dengan tidak teratur dalam waktu dan jenis makanan. Ini merupakan penjagaan terhadap segala sesuatu yang menyebabkan penyakit pada manusia. Maka jika makanan pokok dari jenis makanan dan minuman yang dapat menyebabkan sakitnya badan dan memadhorotkannya adalah dilarang, maka bagaimana dengan yang selainnya?

Demikian pula, Alloh telah membolehkan kepada orang sakit untuk bertayammum jika dengan menggunakan air akan membahayakannya, sebagai penjagaan baginya dari semua madhorot.

Dan Alloh membolehkan bagi muhrim (orang yang sedang ihrom) yang memiliki penyakit di kepalanya untuk mencukur (yakni halq: mencukur gundul, pent) dengan membayar fidyah, hal ini adalah untuk menghabiskan dan menghilangkan apa-apa yang membuat badan sakit. Maka bagaimana dengan yang madhorotnya lebih besar daripada ini?

Dan Alloh melarang manusia dari melemparkan diri kepada kebinasaan, dan masuk dalam hal itu menggunakan semua yang memadhorotkan manusia dari makanan dan obat, dan Alloh memerintahkan untuk menolak semua yang memadhorotkan dengan mencegah yang belum terjadi, dan menjaga diri dari semua yang memadhorotkan dengan mengobati penyakit yang ada melalui cara-cara kedokteran yang bermanfaat. 

Demikian pula semua amalan yang disebutkan oleh Alloh dalam Kitab-Nya kepada makhluk-Nya seperti jihad, sholat, puasa, haji dan amal-amal kebaikan lainnya, walaupun tujuan terbesarnya adalah untuk mendapatkan ridho Alloh, kedekatan-Nya dan ganjaran-Nya serta kebaikan bagi hambanya, namun di dalam amal-amal tersebut terdapat kesehatan dan latihan bagi badan, olahraga dan ketentraman jiwa, kesenangan dan kegembiraan bagi hati khususnya menjaga kesehatan dan perkembangannya dan menghilangkan penyakit darinya.

Dan secara ringkas, sesungguhnya syari’at secara keseluruhan adalah untuk kebaikan hati, ruh, akhlaq, badan, harta, dunia dan akhirot. Wallohu a’lam.

[Diterjemahkan dari al-Qowa’idul Hisan fi Tafsiril Qur’an karya asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di, Qo’idah ke-40]

2 Tanggapan

  1. Good site!!!

  2. sungguh Allah telah menyempurnakan agama ini, akan memperoleh manfaat orang yang mengikuti agama ini dan akan rugi orang yang menyelisihi agama ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: