KALAM [الكـــــــلام]

[Diterjemahkan dari kitab al-Ushul min ‘Ilmil Ushul, oleh asy-Syaikh Muhammad bin Sholeh al-’Utsaimin -Rahimahullah-]

Definisi :
Kalam secara bahasa : (اللفظ الموضوع لمعنى)
“Lafadh yang diletakkan untuk suatu makna.”

Dan secara istilah :
(اللفظ المفيد)
“Lafadh yang berfaidah (memiliki makna)”,

Misalnya : (الله ربنا ومحمد نبينا) “Allah adalah Robb kita dan Muhammad adalah Nabi kita”.
Dan suatu kalam minimal tersusun dari dua kata benda; atau satu kata kerja dan satu kata benda.

Contoh yang pertama : (محمد رسول الله) “Muhammad adalah Rosullullah” dan contoh yang kedua adalah (استقام محمد) “Muhammad berdiri”.

Dan satu bagian dari kalam disebut kata yaitu : Lafadh yang diletakkan untuk suatu makna tunggal, yaitu kadang-kadang berupa kata benda (isim), kata kerja (fi’il), atau huruf (harf).

Isim (kata benda) : (ما دل على معنى في نفسه من غير إشعار بزمن)
“apa-apa yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri dengan tidak menunjukkan waktu tertentu.”

Dan isim ada tiga macam :

Pertama : Apa-apa yang menunjukkan keumuman misalnya kata sambung.

Kedua : Apa-apa yang menunjukkan kemutlakan misalnya nakiroh dalam konteks penetapan.

Ketiga : Apa-apa yang menunjukkan kekhususan misalnya nama orang.

Fi’il (kata kerja):

(ما دل على معنى في نفسه، وأشعر بهيئته بأحد الأزمنة الثلاثة)

“Apa-apa yang menunjukkan makna pada dirinya sendiri, dan keadaannya menunjukkan salah satu dari tiga waktu.”

Yaitu fi’il madhi seperti (فَهِمَ), fi’il mudhori’ seperti (يَفْهَمُ) atau fi’il amr seperti (اِفْهَمْ).

Dan fi’il dengan pembagiannya tersebut memberikan faidah mutlaq, bukan umum.Harf adalah :

(ما دل على معنى في غيره)

“Apa-apa yang menunjukkan makna pada yang selainnya”, diantaranya :

1. Wawu (الواو) : datang sebagai ‘athof (penyambung), maka memberikan faidah penggabungan dua hal yang saling bersambung di dalam sebuah hukum, tidak menunjukkan urutan dan tidak menafikannya kecuali dengan dalil.

2. Fa’ (الفاء) : datang sebagai ‘athof (penyambung), maka memberikan faidah penggabungan dua hal yang saling bersambung di dalam hukum dengan berurutan dan beriringan dan datang dengan sebab, dan memberi faidah ta’lil (alasan).

3. (اللام الجارّة) : memiliki beberapa makna diantaranya : sebab, kepemilikan dan kebolehan.

4. (على الجارّة) : memiliki beberapa makna diantaranya : wajib.

Jenis-jenis Kalam :
Kalam terbagi dari segi kemungkinan disifati benar dan tidaknya dengan dua macam :

1) Al-Khobar (Berita):

(ما يمكن أن يوصف بالصدق أو الكذب لذاته)

“Kalam yang mungkin disifati dengan benar atau dusta pada asalnya.”

Maka keluar dari perkataan kami : (ما يمكن أن يوصف بالصدق والكذب) “Apa-apa yang mungkin disifati dengan benar atau dusta”; (الإنشاء) “al-insya’ (yang mengandung perintah atau larangan, pent)” karena tidak memiliki kemungkinan seperti itu, sebab penunjukannya bukanlah suatu pengkabaran yang mungkin untuk dikatakan : ia benar atau dusta.

Dan keluar dari perkataan kami : (لذاته) “pada asalnya”; khobar yang tidak mengandung kebenaran, atau tidak mengandung kedustaan dari sisi yang dikabarkan. Yang demikian karena khobar dari sisi yang dikabarkan terbagi menjadi 3 :

Pertama, yang tidak mungkin disifati dengan dusta, seperti khobar dari Allah dan Rasul-Nya yang telah shohih darinya.

Kedua, yang tidak mungkin disifati dengan kebenaran, seperti khobar tentang sesuatu yang mustahil secara syar’i atau secara akal. Yang pertama (mustahil secara syar’i, pent), seperti seorang yang mengaku sebagai Rasul setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam; dan yang kedua (mustahil secara akal, pent), seperti khobar berkumpulnya 2 hal yang saling bertentangan (yang tidak mungkin ada bersamaan atau hilang bersamaan, pent) seperti bergerak dan diam pada sesuatu yang satu pada waktu yang sama.

Ketiga, yang mungkin disifati dengan benar dan dusta baik dengan kemungkinan yang sama (tidak bisa dibenarkan dan didustakan karena sulit ditarjih, pent) atau dengan merojihkan salah satunya, seperti kabar dari seseorang tentang sesuatu yang ghoib dan yang semisalnya.

2) Al-Insya’ :

(ما لا يمكن أن يوصف بالصدق والكذب)

“Kalam yang tidak mungkin disifati dengan benar atau dusta“, diantaranya adalah perintah dan larangan. Seperti firman Allah :

(وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئا)

“Sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukannya dengan sesuatu apapun.” (an-Nisa : 36)

Dan terkadang kalam adalah berupa khobar insya’ ditinjau dari 2 sisi; seperti bentuk akad yang dilafadzkan, misal : “aku jual atau aku terima”, karena kalimat ini merupakan khobar ditinjau dari penunjukannya terhadap apa yang ada (kehendak, pent) pada orang yang meng-akad, dan merupakan insya’ ditinjau dari sisi konsekuensi akad.

Terkadang kalam datang dalam bentuk khobar tapi yang dimaksud dengannya adalah Insya’ dan sebaliknya untuk suatu faidah.

Contoh yang pertama : Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

(وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلاثَةَ قُرُوءٍ)

“Dan perempuan-perempuan yang diceraikan hendaklah menunggu tiga kali quru’” (al-Baqoroh : 228)

Maka firman Allah “يَتَرَبَّصْن” adalah berbentuk khobar tetapi yang dimaksud dengannya adalah perintah, dan faidah dari hal tersebut adalah penegasan terhadap perbuatan yang diperintahkan tersebut, sampai seolah-olah perintah tersebut seperti perintah yang telah terjadi, berbicara dengannya seperti salah satu sifat dari sifat-sifat perintah.

Contoh yang sebaliknya : Firman Allah subhanahu wa ta’ala :

)وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ)

“Dan berkata orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman, ” Ikutilah jalan (agama) kami dan kami akan memikul kesalahan-kesalahan kamu.” (QS al-Ankabut : 12)

Maka firman Allah “ ولنحمل” adalah dalam bentuk perintah tetapi yang dimaksud dengannya adalah khobar, yaitu : dan kami akan memikul, dan faidah dari hal tersebut adalah menempatkan sesuatu yang dikhobarkan tersebut pada tempat yang diwajibkan dan diharuskan dengannya.

[Bersambung ke “Hakikat dan Majaz”]

Satu Tanggapan

  1. sebaiknya konsep kalam dikupas yuntas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: