Hukum Sholat Memakai Sarowil (Celana yang Lebar)

oleh : asy-Syaikh Ali bin Hasan al-Halabi

Berkata (penulis kitab Syarhus Sunnah, yakni al-Imam al-Barbahari):

 

ولا بأس بالصلاة في السراويل 

“Tidak mengapa sholat dgn Sarowil (السراويل) 

Dan Sarowil (سراويل) adalah mufrod bukan jama’, jama’nya adalah Sarowilaat (سراويلات), dan (سراويل) bukan jama’ dari Sirwal (سروال) . Yang dikatakan mu’allif /penulis adalah Sarowil (سراويل) bukan jama’ dari Sirwal .(سروال) Dan tidak didapati dalam lughoh (bahasa arab, pent) yang namanya sirwal (سروال) , tetapi namanya adalah sarowil .(سراويل) Dan sholat dengan Sarowil tidak mengapa sebagaimana kata penulis (al-Imam al-Barbahari, ed).

Aku [syaikh ‘Ali bin Hasan] katakan: “Ya, tidak mengapa sholat dengan sarowil   namun sarowil tersebut harus sesuai dengan syarat2 syar’iyyah yang terdiri dari 3: 

yang pertama, tidak mensifati aurot (ketat, pent)  yang kedua, tidak tipis/transparan 

yang ketiga, tidak isbal 

Dan disana ada pembeda yang keluar dari batasan Sarowil yaitu syarat tidak menyerupai pakaian orang kafir. Jika terpenuhi 3 syarat ini, atau bahkan 4 syarat (ditambah syarat tidak menyerupai pakaian orang kafir, pent), maka tidak mengapa sholat dengan sarowil.”

 

[Sumber: Rekaman Syarhus Sunnah kaset no. 12A menit ke 18:33 oleh asy-Syaikh ‘Ali bin Hasan al-Halabi]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: