<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk THOLIB.WORDPRESS.COM</title>
	<atom:link href="http://tholib.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tholib.wordpress.com</link>
	<description>Meniti Jejak as-Salafush Sholeh</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 14:47:05 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab: Hukum Jual Beli Tokek oleh SETIA BUDI</title>
		<link>http://tholib.wordpress.com/2009/08/17/tanya-jawab-hukum-jual-beli-tokek/#comment-2015</link>
		<dc:creator>SETIA BUDI</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 14:47:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tholib.wordpress.com/?p=288#comment-2015</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum!
Semoga ustadz nggak bosan menjelaskan!
Ada perbedaan antara zaman dulu dengan sekarang yaitu, sesuatu yang dulu dianggap hal ghaib namun sekarang tidak lagi ghaib misalnya: sekarang telah banyak diketahui penyebab berbagai penyakit (parasit,bakteri dlsb).
Yang mana dulunya hal itu masih ghaib, sehingga banyak ulama / tabib yang menentukan obat bagi penyakit tertentu hanya menggunakan kebiasaan bukan pada hasil penelitian ilmiah seperti sekarang, apakah perbedaan kedua zaman ini tidak berpengaruh terhadap penentuan hukumnya?
wassalam!

&lt;blockquote&gt;Wa&#039;alaikumussalam wa rohmatulloh,

Pertama-tama, saya bukan ustadz... dan saya merasa tidak layak dipanggil ustadz, saya hanyalah seorang penuntut ilmu keciiil.

Bagaimanapun cara seorang tabib atau dokter menemukan suatu obat, tetap ada batasan-batasan dalam syari&#039;at kita yang perlu ditaati dan tidak boleh dilanggar. Jadi seharusnya para dokter dan tabiblah yang berusaha mencari obat yang halal menurut syari&#039;at dan bukan memaksakan untuk menghalalkan sesuatu yang diharamkan dalam syari&#039;at. 

Dan ada faidah dari Ustadz Muhammad Arifin Badri dalam &lt;a href=&quot;http://finance.groups.yahoo.com/group/pengusaha-muslim/message/15798&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;sebuah diskusi&lt;/a&gt; di milis pengusaha-muslim tentang perubahan hukum seiring perubahan zaman (taghayyur ahkam bitaghayyuri azman), beliau berkata :

&lt;blockquote&gt;&quot;taghayyur ahkam bitaghayyuri azman&quot; maka perlu dicatat, bahwa ahkam yang dimaksudkan dalam kaedah ini ialah ahkam yang berdasarkan adat istiadat, semisal hukum yang berkaitan dengan kadar nafkah seorang suami untuk istrinya, ahkam yang berkaitan dengan bahasa, semisal hukum yang ada pada kata-kata nikah, talak, sumpah dan yang serupa.

Adapun hukum yang berdasarkan dalil, maka tidak dapat diubah-ubah walaupun zaman dan daerah telah berubah.&lt;/blockquote&gt;

Wallohu a&#039;lam.
&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum!<br />
Semoga ustadz nggak bosan menjelaskan!<br />
Ada perbedaan antara zaman dulu dengan sekarang yaitu, sesuatu yang dulu dianggap hal ghaib namun sekarang tidak lagi ghaib misalnya: sekarang telah banyak diketahui penyebab berbagai penyakit (parasit,bakteri dlsb).<br />
Yang mana dulunya hal itu masih ghaib, sehingga banyak ulama / tabib yang menentukan obat bagi penyakit tertentu hanya menggunakan kebiasaan bukan pada hasil penelitian ilmiah seperti sekarang, apakah perbedaan kedua zaman ini tidak berpengaruh terhadap penentuan hukumnya?<br />
wassalam!</p>
<blockquote><p>Wa&#8217;alaikumussalam wa rohmatulloh,</p>
<p>Pertama-tama, saya bukan ustadz&#8230; dan saya merasa tidak layak dipanggil ustadz, saya hanyalah seorang penuntut ilmu keciiil.</p>
<p>Bagaimanapun cara seorang tabib atau dokter menemukan suatu obat, tetap ada batasan-batasan dalam syari&#8217;at kita yang perlu ditaati dan tidak boleh dilanggar. Jadi seharusnya para dokter dan tabiblah yang berusaha mencari obat yang halal menurut syari&#8217;at dan bukan memaksakan untuk menghalalkan sesuatu yang diharamkan dalam syari&#8217;at. </p>
<p>Dan ada faidah dari Ustadz Muhammad Arifin Badri dalam <a href="http://finance.groups.yahoo.com/group/pengusaha-muslim/message/15798" rel="nofollow">sebuah diskusi</a> di milis pengusaha-muslim tentang perubahan hukum seiring perubahan zaman (taghayyur ahkam bitaghayyuri azman), beliau berkata :</p>
<blockquote><p>&#8220;taghayyur ahkam bitaghayyuri azman&#8221; maka perlu dicatat, bahwa ahkam yang dimaksudkan dalam kaedah ini ialah ahkam yang berdasarkan adat istiadat, semisal hukum yang berkaitan dengan kadar nafkah seorang suami untuk istrinya, ahkam yang berkaitan dengan bahasa, semisal hukum yang ada pada kata-kata nikah, talak, sumpah dan yang serupa.</p>
<p>Adapun hukum yang berdasarkan dalil, maka tidak dapat diubah-ubah walaupun zaman dan daerah telah berubah.</p></blockquote>
<p>Wallohu a&#8217;lam.
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab: Hukum Jual Beli Tokek oleh ryan pratama</title>
		<link>http://tholib.wordpress.com/2009/08/17/tanya-jawab-hukum-jual-beli-tokek/#comment-2014</link>
		<dc:creator>ryan pratama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 11:27:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tholib.wordpress.com/?p=288#comment-2014</guid>
		<description>tokek memang bisa dikatakn haram akan tetapi jika tokek itu untuk pengobatan? dan kita telah berusaha mencari2 obat selain tokek akan tetapi tidak membantu,apakah tokek itu tetap diharamkan ?

&lt;blockquote&gt;Jawabannya sama dengan yang sebelumnya, silahkan dibaca dulu. Juga baca diskusi yang cukup panjang antara ustadz Muhammad Arifin Badri dengan member pengusaha-muslim tentang masalah ini di [&lt;a href=&quot;http://www.pengusahamuslim.com/fatwa-perdagangan/tanya-jawab/589-pemanfaatan-ular.html&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;link ini&lt;/a&gt;]. Dan hari ini kebetulan juga ada pembahasan masalah tokek di [&lt;a href=&quot;http://al-atsariyyah.com/?p=1161&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;link ini&lt;/a&gt;], silahkan dibaca juga.

InsyaAlloh masih ada obat-obat lainnya, hanya kita saja yang mungkin belum tahu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
&lt;p style=&quot;text-align:right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;إن الله أنزل الداء وأنزل الدواء وجعل لكل داء دواء فتداووا ولا تداووا بحرام&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan menurunkan obat dan menciptakan obat untuk setiap penyakit. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram!” (HR Abu Dawud Kitab Thibb no. 3874)

Ada berbagai macam pengobatan Nabawi yang dianjurkan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, seperti Habbatussauda&#039;, Madu, Bekam, kurma ajwa&#039;, minyak zaitun, air zam-zam, dll. Sudahkah anda mencoba?

Dan yang terbaik bagi seorang yang mengidap HIV AIDS yang disebabkan zina yang ia lakukan adalah dengan bertaubat kepada Alloh ta&#039;ala dengan taubat yang sebenar-benarnya, banyak-banyak istighfar, mempelajari Islam dengan pemahaman yang benar, mentauhidkan Alloh, menjalankan sunnah, dan istiqomah sampai ajal menjemputnya, baik ia sembuh dari HIV ataupun tidak.

Semoga Alloh ta&#039;ala menunjukkan kita jalan-Nya yang lurus dan memberikan keistiqomahan sampai ajal menjemput kita...
&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tokek memang bisa dikatakn haram akan tetapi jika tokek itu untuk pengobatan? dan kita telah berusaha mencari2 obat selain tokek akan tetapi tidak membantu,apakah tokek itu tetap diharamkan ?</p>
<blockquote><p>Jawabannya sama dengan yang sebelumnya, silahkan dibaca dulu. Juga baca diskusi yang cukup panjang antara ustadz Muhammad Arifin Badri dengan member pengusaha-muslim tentang masalah ini di [<a href="http://www.pengusahamuslim.com/fatwa-perdagangan/tanya-jawab/589-pemanfaatan-ular.html" rel="nofollow">link ini</a>]. Dan hari ini kebetulan juga ada pembahasan masalah tokek di [<a href="http://al-atsariyyah.com/?p=1161" rel="nofollow">link ini</a>], silahkan dibaca juga.</p>
<p>InsyaAlloh masih ada obat-obat lainnya, hanya kita saja yang mungkin belum tahu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">إن الله أنزل الداء وأنزل الدواء وجعل لكل داء دواء فتداووا ولا تداووا بحرام</span></p>
<p>“Sesungguhnya Allah menurunkan penyakit dan menurunkan obat dan menciptakan obat untuk setiap penyakit. Maka berobatlah dan jangan berobat dengan barang haram!” (HR Abu Dawud Kitab Thibb no. 3874)</p>
<p>Ada berbagai macam pengobatan Nabawi yang dianjurkan oleh Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, seperti Habbatussauda&#8217;, Madu, Bekam, kurma ajwa&#8217;, minyak zaitun, air zam-zam, dll. Sudahkah anda mencoba?</p>
<p>Dan yang terbaik bagi seorang yang mengidap HIV AIDS yang disebabkan zina yang ia lakukan adalah dengan bertaubat kepada Alloh ta&#8217;ala dengan taubat yang sebenar-benarnya, banyak-banyak istighfar, mempelajari Islam dengan pemahaman yang benar, mentauhidkan Alloh, menjalankan sunnah, dan istiqomah sampai ajal menjemputnya, baik ia sembuh dari HIV ataupun tidak.</p>
<p>Semoga Alloh ta&#8217;ala menunjukkan kita jalan-Nya yang lurus dan memberikan keistiqomahan sampai ajal menjemput kita&#8230;
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab: Hukum Jual Beli Tokek oleh SETIA BUDI</title>
		<link>http://tholib.wordpress.com/2009/08/17/tanya-jawab-hukum-jual-beli-tokek/#comment-2013</link>
		<dc:creator>SETIA BUDI</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 02:56:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tholib.wordpress.com/?p=288#comment-2013</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum!
saya ucapkan terima kasih atas jawaban antum! tapi saya masih mau membahas lagi tentang bagaimana antum dapat menyandarkan hukum pada dalil2 tsb?
soalnya dalil itu hanya mengenai cicak/tokek yang belum diketahui manfaatnya, sedangkan sekarang hampir dapat dibuktikan fakta ilmiahnya bahwa  ternyata tokek mengandung manfaat sebagai obat.

&lt;blockquote&gt;Wa&#039;alaikumussalam warohmatulloh!

Sama-sama! (wuih, kita ngomongnya semangat bgt ya?)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya, jika para dokter berkata kepada orang yang sakit : “Tidak ada lagi obat untukmu selain makan daging anjing khul Islam Ibnu atau babi”, bolehkah ia memakannya? Atau jika ia diberi resep berupa khamr atau nabidz[1], bolehkah ia meminumnya?

Beliau menjawab : [&lt;a href=&quot;http://serambimadinah.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=71:berobat-dengan-barang-haram&amp;catid=54:fatwa-ulama&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;klik di sini&lt;/a&gt;]
&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum!<br />
saya ucapkan terima kasih atas jawaban antum! tapi saya masih mau membahas lagi tentang bagaimana antum dapat menyandarkan hukum pada dalil2 tsb?<br />
soalnya dalil itu hanya mengenai cicak/tokek yang belum diketahui manfaatnya, sedangkan sekarang hampir dapat dibuktikan fakta ilmiahnya bahwa  ternyata tokek mengandung manfaat sebagai obat.</p>
<blockquote><p>Wa&#8217;alaikumussalam warohmatulloh!</p>
<p>Sama-sama! (wuih, kita ngomongnya semangat bgt ya?)</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya, jika para dokter berkata kepada orang yang sakit : “Tidak ada lagi obat untukmu selain makan daging anjing khul Islam Ibnu atau babi”, bolehkah ia memakannya? Atau jika ia diberi resep berupa khamr atau nabidz[1], bolehkah ia meminumnya?</p>
<p>Beliau menjawab : [<a href="http://serambimadinah.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=71:berobat-dengan-barang-haram&amp;catid=54:fatwa-ulama" rel="nofollow">klik di sini</a>]
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab: Hukum Jual Beli Tokek oleh andy</title>
		<link>http://tholib.wordpress.com/2009/08/17/tanya-jawab-hukum-jual-beli-tokek/#comment-2012</link>
		<dc:creator>andy</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 13:26:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tholib.wordpress.com/?p=288#comment-2012</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum warahmatullahi wa barokaatuh
Mengutip dari tulisan di atas : Perlu diketahui bahwa ulama’ telah menegaskan bahwa tokek adalah satu spesies dengan cicak, dengan demikian hukumnyapun sama&quot;.
&quot;As Syaukani menyatakan: “Cicak itu termasuk binatang melata yang mengganggu manusia, dan tokek adalah salah satu spesies darinya yang berbadan lebih besar.” (Nailul Authar 8/200)&quot;
Biasanya dalam menetapkan suatu masalah, perlu dalil yang khusus. Kalau memang ditujukan pada cicak saja, ya jangan dirembetkan/pukul ratakan ke lain jenis, meskipun mempunyai bentuk badan yang sama. 
Padahal yang mempunyai bentuk badan seperti cicak itu banyak, seperti: kadal, komodo, biawak, buaya, tokek, iguana dll. Buaya aja ditangkar dan kulitnya sangat mahal sekali dst.
Terima kasih.

&lt;blockquote&gt;Wa&#039;alaikumussalam warohmatulloh wa barokaatuh,

Perhatikan teks haditsnya :
&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;أمر بقتل الوزغ&lt;/span&gt;
&quot;Rosululloh memerintahkan membunuh wazagh (الوزغ)...&quot;

Dan para ulama ketika menjelaskan apa itu al-wazagh (الوزغ) mereka merujuk kepada maknanya secara bahasa Arab.

Para ulama dan ahli bahasa ketika mengartikan wazagh / الوزغ mereka mengatakan bahwa cicak dan tokek itu sejenis, bahkan ada juga yang mengatakan wazagh itu ya tokek.

Diantaranya adalah perkataan al-Imam asy-Syaukani yang telah dinukil di atas (saya bawakan teks Arabnya):
&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ هِيَ مِنْ الْحَشَرَاتِ الْمُؤْذِيَاتِ وَجَمْعُهُ أَوْزَاغٍ وَسَامٌّ أَبْرَصُ جِنْسٌ مِنْهُ وَهُوَ كِبَارُهُ&lt;/span&gt;
&quot;Para ahli bahasa (Arab) mengatakan ia (yakni wazagh / الوزغ) adalah binatang melata yang mengganggu, bentuk jamaknya adalah awzagh (أَوْزَاغٍ), dan tokek (سَامٌّ أَبْرَصُ) adalah salah speciesnya yang berbadan lebih besar.&quot;

Dalam Lisanul Arob Ibnu Mandzur berkata :
&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;الوَزَغُ دُوَيْبَّةٌ التهذيب الوَزَغُ سَوامُّ أَبْرَصَ ابن سيده الوَزَغةُ سامُّ أَبرصَ&lt;/span&gt;
&quot;Wazagh adalah binatang melata kecil, dalam at-tahdzib : al-Wazagh adalah tokek. Ibnu Sayyidihi : al-wazagh adalah tokek.&quot;

Dalam Ghoribul Hadits li Abi Ubaid 4/470:
&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وأما الأوزاغ فهي التي أمر بقتلها، وواحدها وزغ، وهو الذي يقال له سام أبرص&lt;/span&gt;
&quot;Adapun al-Awzagh yang diperintahkan supaya dibunuh -bentuk tunggalnya adalah wazagh- yaitu yang disebut tokek.&quot;

Dalam an-Nihayah fi Ghoribil Atsar, Ibnul Atsir berkata :
&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;[ أنَّهُ أمَرَ بِقَتْلِ الوَزَغ ] جَمْع وَزَغَة بالتَّحْريك وهي التي يُقال لها : سَامُّ أبْرَصَ&lt;/span&gt;
&quot;Rosululloh memerintahkan membunuh wazagh. Jamaknya wazaghoh, yaitu yang disebut tokek.&quot;

Ibnu Hajar al-Atsqolani dalam Fat-hul Bari (6/395) ketika membahas wazagh berkata:
&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;وَيُقَال لِكِبَارِهَا سَامٌّ أَبْرَصُ&lt;/span&gt;
&quot;dan yang besarnya disebut tokek&quot;

Imam Nawawi berkata dalam Syarah Muslim (14/236) :
&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;قال أهل اللغة الوزغ وسام أبرص جنس فسام أبرص هو كباره&lt;/span&gt;
&quot;Para ahli bahasa Arab berkata : al-wazagh dan tokek itu sejenis, dan tokek adalah yang lebih besar.&quot; 

Dalam kamus Arab-Indonesia yang terkenal yaitu al-Munawwir hal. 1556 (Pustaka Progressif cet. 25 th 2002):
&lt;span style=&quot;font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;&quot; lang=&quot;AR-SA&quot;&gt;الوَزَغ : سام أبرص&lt;/span&gt;
diartikan : &quot;tokek&quot;

dan masih banyak lagi perkataan ulama dan ahli bahasa yang lainnya...

Wallohu a&#039;lam.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wa barokaatuh<br />
Mengutip dari tulisan di atas : Perlu diketahui bahwa ulama’ telah menegaskan bahwa tokek adalah satu spesies dengan cicak, dengan demikian hukumnyapun sama&#8221;.<br />
&#8220;As Syaukani menyatakan: “Cicak itu termasuk binatang melata yang mengganggu manusia, dan tokek adalah salah satu spesies darinya yang berbadan lebih besar.” (Nailul Authar 8/200)&#8221;<br />
Biasanya dalam menetapkan suatu masalah, perlu dalil yang khusus. Kalau memang ditujukan pada cicak saja, ya jangan dirembetkan/pukul ratakan ke lain jenis, meskipun mempunyai bentuk badan yang sama.<br />
Padahal yang mempunyai bentuk badan seperti cicak itu banyak, seperti: kadal, komodo, biawak, buaya, tokek, iguana dll. Buaya aja ditangkar dan kulitnya sangat mahal sekali dst.<br />
Terima kasih.</p>
<blockquote><p>Wa&#8217;alaikumussalam warohmatulloh wa barokaatuh,</p>
<p>Perhatikan teks haditsnya :<br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">أمر بقتل الوزغ</span><br />
&#8220;Rosululloh memerintahkan membunuh wazagh (الوزغ)&#8230;&#8221;</p>
<p>Dan para ulama ketika menjelaskan apa itu al-wazagh (الوزغ) mereka merujuk kepada maknanya secara bahasa Arab.</p>
<p>Para ulama dan ahli bahasa ketika mengartikan wazagh / الوزغ mereka mengatakan bahwa cicak dan tokek itu sejenis, bahkan ada juga yang mengatakan wazagh itu ya tokek.</p>
<p>Diantaranya adalah perkataan al-Imam asy-Syaukani yang telah dinukil di atas (saya bawakan teks Arabnya):<br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">قَالَ أَهْلُ اللُّغَةِ هِيَ مِنْ الْحَشَرَاتِ الْمُؤْذِيَاتِ وَجَمْعُهُ أَوْزَاغٍ وَسَامٌّ أَبْرَصُ جِنْسٌ مِنْهُ وَهُوَ كِبَارُهُ</span><br />
&#8220;Para ahli bahasa (Arab) mengatakan ia (yakni wazagh / الوزغ) adalah binatang melata yang mengganggu, bentuk jamaknya adalah awzagh (أَوْزَاغٍ), dan tokek (سَامٌّ أَبْرَصُ) adalah salah speciesnya yang berbadan lebih besar.&#8221;</p>
<p>Dalam Lisanul Arob Ibnu Mandzur berkata :<br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">الوَزَغُ دُوَيْبَّةٌ التهذيب الوَزَغُ سَوامُّ أَبْرَصَ ابن سيده الوَزَغةُ سامُّ أَبرصَ</span><br />
&#8220;Wazagh adalah binatang melata kecil, dalam at-tahdzib : al-Wazagh adalah tokek. Ibnu Sayyidihi : al-wazagh adalah tokek.&#8221;</p>
<p>Dalam Ghoribul Hadits li Abi Ubaid 4/470:<br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">وأما الأوزاغ فهي التي أمر بقتلها، وواحدها وزغ، وهو الذي يقال له سام أبرص</span><br />
&#8220;Adapun al-Awzagh yang diperintahkan supaya dibunuh -bentuk tunggalnya adalah wazagh- yaitu yang disebut tokek.&#8221;</p>
<p>Dalam an-Nihayah fi Ghoribil Atsar, Ibnul Atsir berkata :<br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">[ أنَّهُ أمَرَ بِقَتْلِ الوَزَغ ] جَمْع وَزَغَة بالتَّحْريك وهي التي يُقال لها : سَامُّ أبْرَصَ</span><br />
&#8220;Rosululloh memerintahkan membunuh wazagh. Jamaknya wazaghoh, yaitu yang disebut tokek.&#8221;</p>
<p>Ibnu Hajar al-Atsqolani dalam Fat-hul Bari (6/395) ketika membahas wazagh berkata:<br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">وَيُقَال لِكِبَارِهَا سَامٌّ أَبْرَصُ</span><br />
&#8220;dan yang besarnya disebut tokek&#8221;</p>
<p>Imam Nawawi berkata dalam Syarah Muslim (14/236) :<br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">قال أهل اللغة الوزغ وسام أبرص جنس فسام أبرص هو كباره</span><br />
&#8220;Para ahli bahasa Arab berkata : al-wazagh dan tokek itu sejenis, dan tokek adalah yang lebih besar.&#8221; </p>
<p>Dalam kamus Arab-Indonesia yang terkenal yaitu al-Munawwir hal. 1556 (Pustaka Progressif cet. 25 th 2002):<br />
<span style="font-size:9pt;line-height:150%;font-family:Tahoma;direction:rtl;" lang="AR-SA">الوَزَغ : سام أبرص</span><br />
diartikan : &#8220;tokek&#8221;</p>
<p>dan masih banyak lagi perkataan ulama dan ahli bahasa yang lainnya&#8230;</p>
<p>Wallohu a&#8217;lam.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tanya Jawab: Hukum Jual Beli Tokek oleh SETIA BUDI</title>
		<link>http://tholib.wordpress.com/2009/08/17/tanya-jawab-hukum-jual-beli-tokek/#comment-2007</link>
		<dc:creator>SETIA BUDI</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 16:35:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tholib.wordpress.com/?p=288#comment-2007</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum!
Sebaiknya antum teliti dulu apakah tokek adalah cicak atau hanya mirip? sebab banyak sekali hewan yang cuma mirip tapi mereka tdk sama misalnya tikus dan kelinci. dll. 
wassalam!

&lt;blockquote&gt;Wa&#039;alaikumussalam wa rohmatulloh!
Sebaiknya antum juga baca dulu artikel di atas dengan teliti!
Al-hamdulillah sudah ada jawabannya di sana!
&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum!<br />
Sebaiknya antum teliti dulu apakah tokek adalah cicak atau hanya mirip? sebab banyak sekali hewan yang cuma mirip tapi mereka tdk sama misalnya tikus dan kelinci. dll.<br />
wassalam!</p>
<blockquote><p>Wa&#8217;alaikumussalam wa rohmatulloh!<br />
Sebaiknya antum juga baca dulu artikel di atas dengan teliti!<br />
Al-hamdulillah sudah ada jawabannya di sana!
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
